Suara.com - Alexander Isak dan Newcastle United tengah berada di pusaran drama transfer yang panas dan penuh ketegangan.
Striker andalan asal Swedia itu disebut-sebut ingin hengkang setelah Liverpool melayangkan tawaran fantastis senilai £110 juta, yang ditolak mentah-mentah oleh Newcastle.
Namun, ada aturan FIFA yang bisa jadi kartu AS Isak untuk menekan klub: Article 17 dalam Regulasi FIFA soal Status dan Transfer Pemain.
Menyitat ESPN, Article 17 adalah aturan yang memberi jalan bagi pemain untuk memutus kontraknya secara sepihak dengan kompensasi tertentu.
Aturan ini muncul 20 tahun lalu setelah tekanan dari Uni Eropa, yang menilai sistem transfer terlalu membatasi kebebasan pemain berpindah kerja.
Meski awalnya jarang dipakai karena syaratnya rumit dan kompensasinya tidak jelas, kasus Lassana Diarra pada Oktober lalu memaksa FIFA memperbarui aturan ini.
Versi terbaru dianggap lebih ramah pemain karena beberapa penghalang utama sudah dihapus, termasuk kewenangan FIFA menahan sertifikat transfer.
Kini, beban pembuktian justru ada di pihak klub yang ditinggalkan.
Dengan aturan baru ini, Isak sebenarnya bisa meninggalkan Newcastle lebih cepat dari yang dibayangkan.
Baca Juga: Selamat Tinggal Pascal Struijk, Belum Bela Timnas Indonesia Sudah Kena Kabar Buruk
Striker 25 tahun itu berpotensi memutus kontraknya pada Juni 2026, setelah tiga tahun masa kerja, lalu bergabung dengan klub baru mulai Juli dengan status bebas.
Jika itu terjadi, kompensasi untuk Newcastle kemungkinan jauh lebih kecil dari tawaran Liverpool.
Seorang pengacara olahraga memperkirakan nilainya hanya sekitar £50-60 juta, jauh di bawah £110 juta yang sempat ditolak klub.
FIFA juga cenderung tidak ingin memberi hukuman terlalu berat karena mereka ingin menjaga kebebasan pemain.
Menariknya, meski proses perhitungan kompensasi bisa memakan waktu hingga dua tahun, pemain tetap bisa langsung bermain di klub baru tanpa harus menunggu keputusan akhir.
Ini tentu jadi daya tarik besar bagi klub yang ingin merekrut Isak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan