Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Dean Jame, mengungkapkan pengalaman spesial dan mengejutkan yang ia rasakan setiap kali bertugas membela skuad Garuda.
Sejak resmi menjadi WNI pada Maret 2025 lalu, Dean James tak hanya beradaptasi dengan gaya permainan, tetapi juga dengan status barunya sebagai 'pahlawan' di mata para suporter.
Pemain yang merumput di Go Ahead Eagles ini mengakui adanya perbedaan besar saat berada di Indonesia.
Sorotan publik yang luar biasa dan permintaan foto bersama menjadi pemandangan sehari-hari, sebuah pengalaman yang ia sebut benar-benar berbeda dari kehidupannya di Eropa.
Intensitas dukungan ini bahkan sampai pada titik di mana mobilitas para pemain menjadi terbatas, bahkan untuk melakukan aktivitas sederhana seperti menyeberang jalan.
"Kami ingin pergi ke mal di seberang hotel kami. Tapi itu tidak mungkin, karena begitu banyak orang yang mendekati kami," kata Dean James dikutip dari laman Algemeen Dagblad.
"Dan semakin lama kamu berdiri, semakin banyak orang yang datang. Jadi, aku tidak akan melakukannya lagi."
"Sebagai pemain Indonesia, kamu adalah pahlawan di sana. Benar-benar dunia yang berbeda," sambungnya.
Fanatisme luar biasa ini tidak hanya dirasakannya di Indonesia.
Baca Juga: Bocoran 6 Pemain yang Dipanggil ke Timnas Indonesia
Dean James menceritakan bagaimana dukungan suporter Skuad Garuda begitu terasa masif, bahkan saat tim melakoni laga tandang ke negara lain seperti Australia dan Jepang.
"Stadion penuh dengan pendukung kami, jadi rasanya seperti pertandingan kandang," jelas bek berusia 25 tahun ini.
"Mereka mengejar kami ke mana-mana, bro. Di Jepang juga. Kami mendarat pukul 6.30 pagi dan ada dua ratus pendukung menunggu kami. Itu benar-benar gila," lanjutnya.
Meski harus menempuh perjalanan jauh dan menghadapi tantangan adaptasi, Dean James menegaskan bahwa ia menikmati setiap momen dan siap menjaga kondisi fisiknya agar bisa terus memberikan kontribusi maksimal bagi klub dan negara.
"Sejauh ini, saya belum merasakan bahwa ini berat. Sepak bola Eropa dan pertandingan dengan Indonesia, itu adalah kombinasi yang pertama kali saya alami," ucap pemain Go Ahead Eagles ini.
"Yang terpenting adalah menjaga kondisi tubuh saya, dan itu akan baik-baik saja," tutupnya.
Berita Terkait
-
Kondisi Terkini Pemain Timnas Indonesia Jelang FIFA Matchday September 2025, Empat Cedera Satu Pulih
-
Timnas Indonesia vs Kuwait: Statistik Menarik Jelang FIFA Matchday September 2025
-
Kata-kata Marc Klok Comeback Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert
-
Sandy Walsh Gabung Buriram United, Netizen Sepakat Boikot Yokohama dan Liga Jepang
-
Kata-kata Elkan Baggott Curhat ke Jordi Amat: Saat Ini Kan Saya...
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP
-
KemenPPPA Soroti Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pelaku Usaha
-
Viral Anak Bacok Ayah di Deli Serdang, Polisi Amankan Pelaku
-
Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe
-
Perkuat Pencegahan Karhutla, Mendagri Tito Tekankan Keterlibatan Pemda Hingga Tingkat Desa
-
Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?
-
Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi