- Timnas Indonesia membawa gelandang kreatif seperti Marselino, Thom Haye, hingga Marc Klok untuk FIFA Matchday September 2025.
- Ricky Kambuaya tampil konsisten dan jadi salah satu sorotan lini tengah Garuda.
- Absennya Ole Romeny membuat peran Marselino semakin vital dalam serangan Indonesia.
Suara.com - Timnas Indonesia kembali memanggil sederet gelandang dengan kreativitas tinggi untuk FIFA Matchday September 2025.
Pertandingan uji coba menghadapi Lebanon di Surabaya bakal jadi panggung penting bagi lini tengah Garuda.
Awalnya, skuad asuhan Patrick Kluivert dijadwalkan melawan Kuwait, namun duel tersebut urung digelar.
Meski begitu, stok gelandang yang dimiliki Indonesia tetap menjanjikan.
Nama-nama seperti Thom Haye, Marc Klok, Joey Pelupessy, Ricky Kambuaya, Marselino Ferdinan, hingga Nathan Tjoe-A-On masuk daftar skuad.
Kehadiran mereka membuat lini tengah Garuda semakin variatif dengan karakter permainan yang berbeda.
Salah satu yang jadi sorotan adalah Ricky Kambuaya. Gelandang Dewa United itu tampil konsisten dalam tiga laga terakhir.
Dikenal ngotot, cerdik, dan tak ragu duel, Kambuaya bahkan berperan penting dalam momen penalti Indonesia saat melawan China.
Di sisi lain, Marselino Ferdinan kembali mencuri perhatian.
Baca Juga: Coach RD Optimistis Timnas Indonesia Bisa Lolos Kualifikasi Piala Dunia 2026 Jika Konsisten
Sebagai gelandang ofensif, pemain Oxford United ini kerap menghadirkan kejutan lewat dribel, kecepatan, hingga naluri mencetak gol.
Dua gol ke gawang Arab Saudi jadi bukti ketajamannya. Apalagi dengan absennya Ole Romeny, peran Marselino makin vital bagi Garuda.
Lini tengah juga diperkuat oleh Marc Klok yang kembali masuk skuad setelah lama absen.
Kapten Persib Bandung ini membawa pengalaman, visi bermain, serta mental juara yang selalu jadi pegangan penting baik di klub maupun Timnas.
Tak ketinggalan, sorotan utama tertuju pada Thom Haye, yang kerap disebut sebagai jenderal lini tengah Timnas.
Meski belum memiliki klub baru, kecerdasan Haye dalam membuka ruang dan mengalirkan umpan kunci masih sangat dibutuhkan Garuda.
Dengan kombinasi para gelandang kreatif ini, Timnas Indonesia punya modal berharga untuk menghadapi Lebanon di Surabaya.
Kreativitas mereka di lini tengah bisa jadi pembeda dalam laga FIFA Matchday September 2025.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Derby Pemain Keturunan Indonesia di 16 Besar Europa League, Calvin Verdonk On Fire
-
3 Wakil Inggris vs 3 Klub Laliga, Siapa Lolos ke Perempatfinal Liga Champions?
-
Video Muka Linglung Lionel Messi Dibanting Penyusup Saat Laga Uji Coba Inter Miami
-
Prediksi Superkomputer Hasil Drawing 16 Besar: Arsenal Favorit Juara, Real Madrid Tersingkir
-
Fantastis! Gaji Setahun Cristiano Ronaldo Bisa Biayai Skuad Almeria Dalam 12 Tahun
-
Klub Spanyol yang Dibeli Cristiano Ronaldo Ini Ternyata Pernah Diperkuat Striker Thailand
-
Followers Almeria Melonjak Jadi 2,8 Juta usai Dibeli Cristiano Ronaldo, Sebelumnya Hanya 10 Ribu
-
Cristiano Ronaldo Resmi Beli Klub Kasta Kedua Spanyol, Begini Komentarnya
-
Alasan Eks Asisten STY di Timnas Indonesia Pilih Gabung Klub Zona Degradasi Super League