- Real Madrid menang 3-0 atas Real Oviedo, namun insiden rasisme menodai laga.
- Vinicius dan Mbappe jadi sasaran ejekan hingga nyanyian bernuansa monyet.
- La Liga dipastikan akan menyoroti kasus ini karena berulang terjadi pada Vinicius.
Suara.com - Real Madrid membawa pulang kemenangan meyakinkan 3-0 saat bertandang ke markas Real Oviedo pada lanjutan La Liga 2025/2026.
Namun, euforia Los Blancos ternodai oleh insiden rasisme yang kembali mencoreng sepak bola Spanyol.
Dua bintang Madrid, Vinicius Junior dan Kylian Mbappe, menjadi korban utama.
Sejak menit awal pertandingan, Vinicius sudah menjadi sasaran ejekan.
Penyerang asal Brasil itu mendapat sorakan kasar dari tribun usai menerima kartu kuning akibat dianggap melakukan diving.
Tidak berhenti sampai di situ, sejumlah fans Oviedo membawa bola pantai ke stadion sebagai sindiran terhadap kegagalannya meraih Ballon d’Or musim lalu.
Ejekan itu kemudian berubah menjadi hinaan rasis. Rekaman siaran Movistar+ memperlihatkan jelas nyanyian bernada monyet yang diarahkan kepada Vinicius dan Mbappe.
Insiden pertama terdengar setelah Mbappe mencetak gol pembuka di menit ke-37, lalu kembali berulang saat Vinicius masuk menggantikan Rodrygo Goes pada menit ke-63.
Menanggapi teriakan rasis tersebut, pihak Real Oviedo langsung mengaktifkan protokol anti-diskriminasi.
Baca Juga: Rp175 Miliar Sia-sia? Trent Alexander-Arnold Dinilai Masih Tanggung di Real Madrid
Lewat pengeras suara stadion, panitia memberikan peringatan keras kepada para penonton.
Meski demikian, belum ada kepastian apakah wasit mencatat insiden itu dalam laporan resminya.
La Liga sendiri memiliki regulasi tegas soal rasisme.
Jika terbukti ada pelanggaran serius, klub tuan rumah bisa mendapat denda hingga sanksi menutup sebagian tribun.
Kasus ini hampir pasti akan menjadi perhatian serius federasi sepak bola Spanyol.
Vinicius kembali menunjukkan keteguhan sikapnya. Usai pertandingan, ia mengunggah foto dengan gestur menempelkan jari ke telinga disertai caption singkat: “I’m that guy there”.
Tak lama kemudian, ia juga membagikan video pendek dengan gerakan menutup telinga, diiringi lagu Drake berjudul What Did I Miss.
Pesannya jelas: ia tidak peduli pada kebencian yang diarahkan kepadanya.
Bagi Vinicius, kejadian ini bukan hal baru. Pada Februari lalu, ia mendapat perlakuan serupa saat menghadapi Real Sociedad.
Bahkan pada Mei 2023, dunia sepak bola geger setelah sebuah boneka mirip dirinya digantung di jembatan di Madrid. Empat pelaku kala itu divonis hukuman penjara.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan