- Calvin Verdonk resmi pindah ke Lille dengan biaya €3 juta (Rp57,9 miliar).
- Jadi pemain Indonesia pertama yang berpeluang tampil di Ligue 1.
- Usianya sejajar dengan Kevin Diks, sama-sama 28 tahun dan dalam masa keemasan.
Suara.com - Calvin Verdonk akhirnya menuntaskan kepindahannya ke Lille.
Bek kiri Timnas Indonesia itu resmi meninggalkan NEC Nijmegen dan kini bersiap menapaki tantangan baru di Ligue 1 Prancis.
Transfer ini bukan sekadar langkah karier pribadi, tetapi juga catatan bersejarah.
Verdonk akan menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di kasta tertinggi sepak bola Prancis, kompetisi yang selama ini tak pernah tersentuh pemain Tanah Air.
Pertandingan melawan Fortuna Sittard akhir pekan lalu menjadi penampilan terakhir Verdonk dengan seragam NEC.
Meski timnya kalah 2-3, ia tetap turun sebagai starter dan bermain penuh.
Seusai laga, ia langsung terbang ke Prancis untuk menjalani tes medis bersama Lille.
“Saya pikir saya siap untuk langkah selanjutnya, keluar dari zona nyaman,” ujar Verdonk usai mengonfirmasi kepindahan.
Di usia 28 tahun, Verdonk tengah berada di puncak kariernya.
Baca Juga: Timnas Indonesia Sudah Mulai Dipanaskan untuk Duel Kontra Taiwan dan Lebanon
Angka ini sama dengan Kevin Diks, bek kanan keturunan Indonesia yang kini menjadi andalan Borussia Mönchengladbach di Bundesliga.
Bedanya, Verdonk punya peluang mengukir sejarah baru sebagai pemain Indonesia pertama di Ligue 1.
Verdonk tetap membela NEC di laga terakhir meski proses transfer sudah rampung.
Sikap profesional itu ia tunjukkan sebagai bentuk penghormatan pada sang pelatih, Dick Schreuder.
Menurut laporan media Belanda, Lille menebus Verdonk dengan biaya €3 juta atau sekitar Rp57,9 miliar.
Setelah menuntaskan kepindahan, Verdonk tidak langsung berlibur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey