Suara.com - Situasi Mees Hilgers di FC Twente tengah menjadi sorotan besar di Belanda.
Bek Timnas Indonesia itu awalnya digadang sebagai salah satu pilar utama klub, bahkan sempat dipercaya mengenakan ban kapten saat pramusim.
Namun, justru pada awal kompetisi musim 2025/26, Hilgers mendadak menghilang dari lapangan dan hanya duduk di tribun penonton.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya, terlebih FC Twente sedang mengalami krisis performa.
Start buruk mereka di Eredivisie berujung pada pemecatan pelatih Joseph Oosting.
Meski demikian, Hilgers tetap tak mendapat kesempatan tampil, padahal secara kualitas ia dianggap tidak kalah dengan pemain lain di posisinya, seperti Lemkin maupun Bruns.
Pundit sepak bola Belanda, Bert van Losser, bahkan secara terbuka mempertanyakan keputusan klub.
“Hilgers masih ada di FC Twente. Dia kan tidak lebih buruk dari Lemkin dan Bruns? Dia juga masih digaji klub. Kenapa tidak dimainkan saja?” kata Van Losser dalam program De Oosttribune.
Pernyataan itu mendapat dukungan dari jurnalis sepak bola Belanda, Tijmen van Wissing.
Baca Juga: 2 Fakta Menarik Jelang Timnas Indonesia Vs Lebanon: Pertemuan Langka, Harga Skuad Jomplang
Ia menilai sejak awal, situasi Hilgers memang sudah janggal.
“Saya heran kenapa dia dijadikan kapten di pramusim, sementara semua tahu dia ingin pergi. Klub pun sebenarnya sudah siap melepasnya. Tapi pada akhirnya, bursa transfer ditutup dan Hilgers tetap bertahan. Anehnya, di fase akhir dia malah sama sekali tidak masuk dalam rencana,” jelas Van Wissing.
Keputusan FC Twente menyingkirkan Hilgers dari skuad membuat banyak pihak bingung.
Hilgers sendiri sebelumnya menyatakan keinginan untuk melanjutkan karier ke level yang lebih tinggi.
Sejumlah klub sempat dikabarkan berminat, namun hingga jendela transfer ditutup, kepindahan itu tak juga terwujud.
Kini, Hilgers masih terikat kontrak dengan FC Twente, tetapi statusnya menggantung.
Ia tidak dimainkan, tidak masuk skuad, namun tetap menjadi aset klub yang berpotensi dimanfaatkan.
Hal ini membuat publik bertanya-tanya, apakah keputusan manajemen lebih dipengaruhi oleh faktor non-teknis dibandingkan murni pertimbangan performa di lapangan.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
Terkini
-
Jurnalis Belanda Bongkar Sisi Lain Timnas Indonesia Kerap Ditunggangi Politik
-
Prediksi Skor Inggris vs Kroasia: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Menang Atas Yordania, Gelandang Austria Sudah Prediksi Laga Berjalan Berat
-
Lionel Messi Hattrick, Cristiano Ronaldo Quattrick ke Gawang Kongo?
-
Dipukul Fakta: Bukan Messi, Rekor Gol Piala Dunia Masih Milik Striker Brasil
-
Rebutan Bola Hattrick Lionel Messi, Sosok Ini Berhasil Amankan dan Bawa Kabur
-
Pesawat yang Digunakan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 Punya Rekam Jejak Mengerikan
-
Terungkap! Alasan Sebenarnya Thomas Partey Gagal Bela Ghana di Piala Dunia 2026
-
Real Madrid Resmi Datangkan Bernardo Silva Secara Gratis! Kontrak hingga 2028
-
Kehabisan Kata-kata, Lionel Scaloni: Kita Akan Merindukan Lionel Messi