- Masa depan Mees Hilgers di FC Twente masih belum jelas
- Twente masih membuka peluang transfer dalam beberapa pekan ke depan
- Keputusan Hilgers akan krusial bagi kariernya, karena pindah ke Eropa Barat bisa membuka peluang besar
Suara.com - Masa depan bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, di FC Twente tengah menjadi sorotan.
Hingga awal September, kepindahan sang pemain ke klub Ligue 1 Prancis, Stade Brest, gagal terealisasi lantaran terbentur waktu untuk menjalani tes medis.
Meski demikian, keinginan Hilgers untuk mencari tantangan baru masih terbuka lebar.
Hilgers, yang kini berusia 24 tahun, tetap terlihat berlatih bersama skuad utama FC Twente pada Senin lalu.
Namun, situasinya di Enschede belum menemui kejelasan.
Pasalnya, kontraknya hanya tersisa hingga akhir musim 2024/2025.
Jika tidak ada kepastian dalam waktu dekat, FC Twente bisa saja kehilangan sang pemain secara gratis musim depan.
Tekad klub untuk melepas Hilgers sebenarnya sudah muncul sejak awal bursa transfer.
Direktur teknik Twente, Jan Streuer, menegaskan pihaknya memang membuka opsi menjual sang bek, sekaligus memberi kesempatan bagi Hilgers untuk melangkah lebih jauh dalam kariernya.
Baca Juga: Dirtek PSSI Mulai Meramu demi Hasilkan Pemain Timnas Indonesia
“Masih ada kemungkinan bagi Mees (Hilgers). Di beberapa negara, jendela transfer masih terbuka. Kita akan lihat bagaimana beberapa minggu ke depan berjalan. Kalau tidak ada yang datang, kami tetap punya tambahan bek tengah dalam skuad. Itu bukan masalah besar,” kata Streuer.
Jika skenario kepindahan tidak kunjung terjadi, FC Twente disebut akan segera membuka pembicaraan kontrak baru dengan Hilgers.
Hal ini demi menghindari risiko kehilangan sang pemain secara cuma-cuma di akhir musim.
Di sektor pertahanan, Twente sebenarnya sudah mengambil langkah dengan meminjamkan Alec van Hoorenbeeck ke Heracles Almelo.
Saat ini, stok bek tengah mereka terdiri dari Robin Pröpper, Max Bruns, Stav Lemkin, dan pemain muda Ruud Nijstad.
Jika Hilgers tetap bertahan, maka pelatih punya empat bek senior plus satu pemain muda sebagai opsi.
Berita Terkait
-
Dirtek PSSI Mulai Meramu demi Hasilkan Pemain Timnas Indonesia
-
Duh! Pemain Timnas Indonesia Jatuh Sakit Karena Udara Jelek Saat FIFA Matchday
-
Kualifikasi AFC U-23 dan 2 Kaki Timnas Indonesia yang Berdiri Saling Menjauhkan
-
Ngaku Siap Main ke Patrick Kluivert, Pemain Keturunan Ini Jadi Solusi Lini Depan Timnas Indonesia
-
Mees Hilgers Gagal Dilatih Eks Barcelona Gegara FC Twente
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Respons Mohamed Salah Usai Bantu Mesir Cetak Sejarah Baru di Piala Dunia
-
Winger Bosnia Luka Menalo Dikabarkan Segera Gabung Persib Bandung
-
Persib Selangkah Lagi Dapatkan Eks Timnas Bosnia, Diklaim Sudah Teken Kontrak 2 Tahun
-
Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tak Bisa Bendung Kebahagiaan
-
Cedera Raphinha Jadi Alarm Brasil di Piala Dunia 2026, Neymar Siap Comeback Lawan Skotlandia
-
Piala Dunia 2026: Ngeri Hadapi Lini Depan Prancis, Pelatih Irak Berkelakar Ingin Pasang 3 Kiper
-
John Herdman Punya Cara Supaya Timnas Indonesia Menjadi Raja di ASEAN
-
LTS Jakarta 2026 Selesai Digelar: Awal dari Lahirnya Bintang Timnas Indonesia
-
Kylian Mbappe Ogah Pikirkan Perebutan Top Skor Piala Dunia 2026
-
Virgil van Dijk: Saya Rasa Dunia Luar Sedikit Meremehkan Jepang