- Pertahanan solid Persija dibangun di atas sistem komunikasi yang melibatkan tiga bahasa: Inggris, Indonesia, dan Portugis.
- Carlos Eduardo menjadi figur sentral, bertindak sebagai komandan multibahasa yang menjembatani komunikasi antara para bek.
- Sistem ini terbukti efektif membuat pertahanan Persija menjadi yang paling kokoh di liga, dengan baru kebobolan dua gol dari empat pertandingan.
Suara.com - Lini belakang Persija Jakarta musim ini tak hanya terasa mewah, tetapi juga begitu multikultural. Ada kiper asal Brasil (Carlos Eduardo), bek keturunan Spanyol (Jordi Amat), dan palang pintu Timnas Indonesia (Rizky Ridho).
Tiga bahasa, tiga latar belakang berbeda. Seharusnya, ini adalah resep sempurna untuk sebuah bencana miskomunikasi.
Namun, faktanya justru sebaliknya. Tembok pertahanan Macan Kemayoran menjadi yang paling kokoh di liga, baru kebobolan dua gol dari empat laga.
Lantas, apa rahasia di balik anomali ini? Jawabannya terletak pada sang komandan di bawah mistar, Carlos Eduardo.
Edu, sang kiper, ternyata bukan hanya seorang penjaga gawang. Ia adalah seorang 'komandan poliglot' yang sukses meruntuhkan tembok bahasa dan menciptakan sistem komunikasinya sendiri.
“Saya pakai bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa Portugis. Jadi kami membuat target sendiri, bahwa kami harus bisa berkomunikasi,” ungkap Edu dikutip dari Antara.
Alih-alih memaksakan satu bahasa, mereka justru menciptakan sebuah "bahasa universal" di atas lapangan.
Sebuah campuran dari tiga bahasa yang hanya dimengerti oleh mereka, para penjaga benteng Persija.
“Dengan Jordi (Amat), (Rizky) Ridho, kami membuat satu bahasa dan kami sudah mengerti bagaimana komunikasinya. Untuk bisa lebih baik komunikasi dan semua bisa saling mengerti,” ujar Edu.
Baca Juga: Sebanyak 2.000 Personel akan Amankan Laga Persib Bandung vs Persebaya
Sistem komunikasi unik inilah yang menjadi kunci. Saat bola datang, tidak ada lagi jeda untuk berpikir atau menerjemahkan.
Perintah dan peringatan mengalir deras dalam bahasa hibrida yang mereka ciptakan, membuat pertahanan bergerak sebagai satu unit yang solid.
Ketenangan Edu sebagai komandan mungkin juga dipengaruhi oleh 'senjata rahasia' lainnya: ia adalah pemegang sabuk coklat Brazilian Jiu-Jitsu.
Namun, ia dengan rendah hati menolak mengambil kredit sendirian.
“Kami tidak mungkin bertahan dengan hanya pemain belakang, semua pemain, termasuk yang di tengah dan di depan. Jadi pertahanan kami dimulai dari para pemain penyerang,” tuturnya.
Kini, tembok kokoh yang solid ini akan menghadapi ujian berat selanjutnya saat Persija, yang memuncaki klasemen, menjamu Bali United di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu (13/9) mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Beckham Putra Dicaci Maki Fans Saat Bela Timnas Indonesia, Bintang Sassuolo Ikut Buka Suara
-
Hajar Kamboja 4-0, Thailand Segel Tiket Final Piala AFF U-19 2026
-
Selidiki Dugaan Pelanggaran Bos West Ham, Polisi Inggris Terima Laporan Tambahan
-
Semifinal Piala AFF U-19 2026: Head to Head Timnas Indonesia U-19 vs Australia
-
Cetak Sejarah, Matt Garbett Bangga Perkuat Selandia Baru di Piala Dunia 2026
-
Harry Kane Sebut Declan Rice Bakal Gendong Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Afrika Selatan Wajib Waspada, Ini Tiga Pemain Berbahaya Meksiko
-
Lupakan Rivalitas di Klub, Raphinha Sebut Vinicius Bisa Jadi Penentu Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Daftar 18 Kandang Tim Super League 2026/2027, Persija Pakai Dua Stadion Ini