- Chelsea menghadapi 74 tuduhan FA terkait pelanggaran regulasi agen pemain pada era Roman Abramovich
- Manajemen baru Chelsea (BlueCo) justru yang mengungkap kasus ini, menunjukkan transparansi penuh
- Bayangan era Abramovich kembali menghantui klub
Suara.com - Chelsea resmi dijatuhi 74 tuduhan oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) terkait pelanggaran regulasi agen pemain yang terjadi pada era kepemilikan Roman Abramovich, periode 2009 hingga 2022.
FA dalam pernyataan resminya menegaskan tuduhan ini mencakup dugaan pembayaran tersembunyi kepada agen untuk memuluskan transfer sejumlah bintang.
Nama-nama besar seperti Eden Hazard, Willian, dan Samuel Eto’o disebut dalam dokumen investigasi.
Selain itu, Chelsea juga dituding melanggar aturan penggunaan perantara tidak resmi serta perjanjian dengan pihak ketiga yang berpotensi memengaruhi kebijakan klub.
Kasus ini cukup berat karena Komisi Regulasi Independen memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi olahraga, termasuk pengurangan poin di liga.
Namun, menurut laporan media Inggris, Chelsea diyakini hanya akan menerima hukuman finansial, mirip dengan kasus serupa di UEFA pada 2023 lalu, ketika klub dikenai denda 10 juta poundsterling akibat laporan keuangan yang tidak lengkap.
Peran Pemilik Baru
Menariknya, kasus ini justru diungkap sendiri oleh manajemen baru Chelsea, BlueCo, yang mengambil alih klub pada Mei 2022.
Dalam proses due diligence sebelum pembelian, mereka menemukan adanya laporan keuangan yang tidak lengkap terkait transaksi lama.
Segera setelah resmi menguasai klub, BlueCo langsung melaporkan temuan tersebut kepada FA dan otoritas terkait.
Baca Juga: Waduh, Chelsea Terjerat 74 Dakwaan Pelanggaran Regulasi FA
“Chelsea menunjukkan transparansi luar biasa sepanjang proses ini, termasuk memberikan akses penuh terhadap file dan data historis klub,” bunyi pernyataan resmi Chelsea.
Pihak klub juga menegaskan akan terus bekerja sama dengan FA agar kasus ini segera tuntas.
BlueCo bahkan dikabarkan telah menyiapkan dana cadangan sejak awal akuisisi, untuk menghadapi kemungkinan denda di masa depan.
Mereka juga mempekerjakan firma akuntansi ternama yang menyimpulkan bahwa dugaan pelanggaran ini tidak memberikan keuntungan finansial bagi Chelsea di bawah aturan profitabilitas dan keberlanjutan Premier League.
Bayangan Abramovich
Sanksi ini jelas kembali menyeret nama Roman Abramovich, pemilik lama Chelsea yang membawa klub meraih banyak gelar bergengsi.
Investigasi internasional beberapa tahun lalu mengungkap serangkaian pembayaran mencurigakan dari perusahaan terkait Abramovich kepada agen, termasuk yang berhubungan dengan perekrutan Hazard, Willian, hingga dukungan untuk pelatih Antonio Conte.
Berita Terkait
-
Waduh, Chelsea Terjerat 74 Dakwaan Pelanggaran Regulasi FA
-
Eks Wasit Premier League David Coote Dituduh Membuat Konten Tidak Senonoh Anak
-
Man City Tanpa Omar Marmoush saat Jamu Manchester United di Etihad
-
Ivan Toney: Liga Arab Saudi Setara dengan Liga Inggris
-
Respon Berkelas Harry Kane Dikatain Gila oleh Michael Owen
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123