- Ahmed Al Ali berpengalaman bertugas di AFC Champions League (ACL) Elite 2024/2025.
- Ahmed Al Ali menjadi petugas pertandingan untuk empat partai Piala Asia 2023 pada Januari-Februari 2024.
- Bukan tanpa sebab, Arab Saudi dan Kuwait berada di regional yang sama.
Suara.com - Duel Timnas Indonesia vs Arab Saudi di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia akan dipimpin wasit asal Kuwait Ahmed Al Ali. Kenapa Ketua Umum PSSI Erick Thohir sampai ketar-ketir dengan kepemimpinannya?
Bukan tanpa sebab, Arab Saudi dan Kuwait berada di regional yang sama. Erick mengharapkan wasit dari negara lain yang memimpin duel kedua kesebelasan ini.
Terlebih, pertandingan ini berlangsung di Arab Saudi pada 8 Oktober mendatang. Tentu dikhawatirkan ada sesuatu tindak kecurangan terjadi di lapangan.
Lantas, bagaimana rekam jejak Ahmed Al Ali?
Ahmed Al Ali berpengalaman bertugas di AFC Champions League (ACL) Elite 2024/2025.
Ia juga pernah memimpin Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada 2023-2024 dengan total tujuh pertandingan.
Ahmed Al Ali menjadi petugas pertandingan untuk empat partai Piala Asia 2023 pada Januari-Februari 2024.
Ia juga sempat memimpin duel antara Arab saudi vs Jepang yang berakhir dengan skor 0-0 pada 25 Maret 2025.
Selain menghadapi Arab Saudi, Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Irak. Untuk duel kontra Irak ini kabarnya yang memimpin adalah wasit asal China.
Baca Juga: Terungkap! Ada Peran Timnas Indonesia di Balik Aksi Heroik 9 Penyelamatan Emil Audero
Protes PSSI
Ketua Umum PSSI Erick Thohir melayangkan protes atas kepemimpinan wasit asal Kuwait ini. Beberapa waktu lalu ia sempat menuturkan bawah bakal mengirim surat ke AFC sebagai bentuk keberatan.
"Saya akan kirim surat resmi ke AFC mengenai penunjukan wasit sekarang, yang ternyata sekarang wasitnya dari negara regional yang sama, Kuwait," ujar Erick Thohir beberapa waktu lalu.
"Kami mencoba melobi kalau bisa wasitnya dari tempat lebih netral seperti Australia, Jepang, China, atau bahkan dari Eropa."
"Kami lihat hasilnya, memang tekanan itu menarik. Rupanya dengan sepak bola kita bangkit, banyak pihak yang mengantisipasi."
"Padahal sepak bola kan diciptakan untuk sesuatu yang sehat, tetapi realitanya hal seperti ini terjadi," pungkas sosok yang kini jadi menteri pemuda dan olahraga itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
2 Bintang Timnas Indonesia Resmi Bertahan di Liga Inggris Meski Dirumorkan Bakal Hengkang
-
Maarten Paes Hengkang ke Ajax, Timnas Indonesia Masih Punya Satu Wakil di MLS
-
KUIS: Seberapa Update Kamu soal Ivar Jenner? Buktikan Kemampuanmu di Sini
-
Misi Revans di GBLA, Beckham Putra Tak Sabar Duel Lawan Mantan Bintang Persib di Malut United
-
Persib Bandung Gelar Doa Bersama 'Menuju Ramadan', Harapkan Juara
-
Kata-kata Pertama Emil Audero Usai Jadi Korban Lemparan Flare di Laga Cremonese vs Inter Milan
-
Drama Menit Akhir Bursa Transfer, Liverpool Blokade Curtis Jones ke Inter Milan
-
Malut United Jalin Kerja Sama dengan Klub Asuhan Jose Mourinho
-
Florian Wirtz Bisa Setara dengan Kevin De Bruyne, Hugo Ekitike Lebih Baik dari Fernando Torres
-
Adam Przybek Dikabarkan Gabung PSIM Yogyakarta, Bojan Hodak Buka Suara