-
Emil Audero dipastikan absen lawan Arab Saudi dan Irak, sementara Maarten Paes dinyatakan siap tampil
-
Kluivert memanggil Nadeo dan Reza Arya untuk menjaga kompetisi sehat di posisi kiper
-
Persaingan ketat antar kiper dianggap kunci Kluivert untuk membentuk tim terbaik Timnas Indonesia
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, secara resmi mengonfirmasi absennya Emil Audero, namun di saat yang sama ia juga memberikan kabar melegakan mengenai kondisi Maarten Paes.
Emil Audero dipastikan harus menepi dari skuad yang akan berlaga di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Irak.
Hasil pemindaian cederanya menunjukkan sang kiper membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.
Kehilangan kiper sekaliber Emil jelas menjadi pukulan telak karena ia sedang tampil onfire saat membela Cremonese.
Namun, Kluivert menaruh kepercayaan penuh pada Maarten Paes. Meskipun kondisi kiper FC Dallas itu sebelumnya juga sempat diragukan akibat cedera, sang pelatih memastikan bahwa kini ia dalam kondisi siap tempur.
"Tapi di sisi lain, Maarten Paes baik-baik saja. Dia akan memainkan laga berikutnya dengan tim," ujar Patrick Kluivert dalam dikutip dari akun Youtube Timnas Indonesia pada Jumat (3/10/2025).
Untuk memastikan posisi di bawah mistar gawang tetap kompetitif, pelatih asal Belanda tidak hanya mengandalkan Paes.
Ia mengambil langkah strategis dengan memanggil dua kiper tambahan dari kompetisi domestik, yakni Nadeo Argawinata dan Reza Arya Pratama.
Pemanggilan Nadeo, menurut Kluivert adalah buah dari performa impresifnya bersama Borneo FC yang kini memuncaki klasemen Super League.
Baca Juga: Wejangan Menpora Jelang Timnas Indonesia Hadapi Arab Saudi dan Irak
“Emil absen. Maarten datang tentu saja. Tapi Nadeo melakukan pekerjaan yang sangat bagus di Borneo sebagai kapten," kata Patrick Kluivert.
"Mereka peringkat pertama di liga, jadi itu kompetisi yang bagus juga untuk Maarten dan bagi Nadeo pula,” sambungnya.
Bagi Kluivert, menciptakan persaingan sehat di setiap lini, terutama di posisi kiper adalah kunci untuk mendapatkan tim terbaik.
“Itulah yang kami inginkan. Kami ingin memiliki persaingan, sehingga Anda tahu bahwa posisi di bawah mistar gawang itu akan sebaik mungkin dimiliki, serta para pemain di lapangan tentunya,” ucap eks pelatih Timnas Curacao itu.
Bahkan pemanggilan Reza Arya sebagai kiper keempat memiliki tujuan spesifik yaitu untuk menjaga level intensitas latihan dan membuat Paes serta Nadeo tetap tajam.
“Reza melakukan pekerjaan dengan baik juga. Dia penjaga gawang keempat kami. Kenapa? Karena latihan yang kami lakukan untuk menjaga Maarten dan Nadeo menjadi sedikit lebih tajam. Karena kami ingin memiliki kekuatan,” ucap Kluivert.
“Anda tahu gawang kami harus dijaga dengan baik dan bagi saya itu adalah posisi penting tentu saja,” tuturnya lagi.
“Karena kami ingin memiliki tim terbaik untuk menghadapi Arab Saudi dan Irak dan para pemain harus membuktikan kemampuan mereka untuk tampil baik dalam tim,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Dipanggil Timnas Indonesia U-23, Kakang Rudianto Siap Maksimalkan Kesempatan
-
Indra Sjafri: Marselino Ferdinan Belum Dipanggil, Bukan Tidak..
-
Meski Peluang Lolos Diprediksi 7 Persen, Patrick Kluivert: Insyaallah Siap Membuat Negara Bangga
-
Detik-detik Menegangkan Absennya Emil Audero, Bermula dari Sambungan Telepon
-
Media Vietnam Soroti 6 Pemain Era Shin Tae-yong yang Dicoret Patrick Kluivert
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik