-
Patrick Kluivert menegaskan tekad membawa Timnas Indonesia menang atas Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Ia meminta doa dan dukungan penuh masyarakat Indonesia agar tim bisa tampil maksimal di Jeddah
-
Data Football Meets Data memprediksi peluang lolos Indonesia hanya 7 persen, jauh di bawah Arab Saudi (62%) dan Irak (31%)
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert menyuarakan tekadnya yang bulat untuk meraih kemenangan atas Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menyadari besarnya tantangan yang menanti, ia secara khusus meminta dukungan dan doa restu dari seluruh masyarakat Indonesia.
Laga yang akan menentukan nasib Skuad Garuda itu akan digelar di Stadion King Abdullah, Jeddah, Arab Saudi.
Tim Merah Putih dijadwalkan menantang tuan rumah Arab Saudi pada 8 Oktober, disusul duel melawan Irak pada 11 Oktober 2025.
Meskipun menyadari bahwa kedua lawan tersebut bukanlah tim yang mudah dikalahkan, juru taktik asal Belanda ini menyatakan keyakinannya bahwa dengan persiapan matang, Indonesia bisa menciptakan kejutan.
Pelatih asal Belanda ini lantas meminta seluruh masyarakat untuk berdiri di belakang timnya.
"Tidak hanya suporter tapi seluruh masyarakat Indonesia harus berdiri di belakang kami," kata Patrick Kluivert dikutip dari Youtube Timnas Indonesia.
"Kami harus melakukan yang terbaik untuk tampil di level tertinggi," sambungnya lagi.
Eks bintang Barcelona ini menegaskan bahwa ia akan mempersiapkan Jay Idzes dan kawan-kawan dengan sebaik mungkin, dan berharap kerja keras tersebut bisa berbuah manis.
Baca Juga: Patrick Kluivert Curhat Mepetnya Persiapan Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026
"Saya akan mempersiapkan para pemain sebaik mungkin. Insya Allah kami akan siap untuk membuat negara bangga pada kami," ucapnya.
Peluang Timnas Indonesia Diprediksi 7 Persen
Melansir simulasi yang dilakukan Football Meets Data yang dipublikasikan pada 11 September 2025 lalu, anak asuh Patrick Kluivert hanya punya peluang tujuh persen untuk lolos otomatis.
Peluang tertinggi dipegang oleh Arab Saudi sebanyak 62 persen, sedangkan Irak memiliki kans 31 persen.
Timnas Indonesia justru diprediksi akan menempati urutan terakhir di fase grup dengan besaran prediksi 69 persen dan kans untuk finis sebagai runner up 23 persen.
Berita Terkait
-
Detik-detik Menegangkan Absennya Emil Audero, Bermula dari Sambungan Telepon
-
Wejangan Menpora Jelang Timnas Indonesia Hadapi Arab Saudi dan Irak
-
Pemain Keturunan di Eropa Kini ke Klub Lokal Prediksi Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026: Gak Tahu
-
Media Vietnam Soroti 6 Pemain Era Shin Tae-yong yang Dicoret Patrick Kluivert
-
Timnas Indonesia Punya Kemewahan di Posisi Bek Kiri, Kluivert Bingung Pilih Siapa?
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi
-
Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
-
Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral
-
Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
-
Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla
-
DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet
-
Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau