-
Mohammed Kanno mendapat kartu merah karena menghina wasit dengan ucapan “apakah kamu gila?” saat laga Arab Saudi vs Indonesia.
-
Insiden terjadi di injury time setelah Kanno protes atas kartu kuning akibat membuang waktu.
-
Kanno terancam sanksi tambahan dari AFC meski keputusan wasit menuai kritik di Arab Saudi.
Suara.com - Misteri di balik kartu merah yang diterima gelandang Timnas Arab Saudi, Mohammed Kanno pada laga melawan Timnas Indonesia akhirnya terungkap.
Media Arab Saudi melaporkan bahwa sang pemain diusir keluar lapangan setelah melontarkan kalimat yang dianggap menghina wasit pertandingan.
Insiden ini terjadi pada masa injury time babak kedua saat Timnas Indonesia berjuang untuk menyamakan kedudukan.
Awalnya wasit Ahmad Al-Ali asal Kuwait memberikan kartu kuning kepada Kanno karena dianggap sengaja mengulur-ulur waktu saat akan melakukan lemparan ke dalam.
Tidak terima dengan keputusan tersebut, Kanno lantas melancarkan protes keras terhadap wasit.
Menurut laporan media ternama Kooora, kalimat protes inilah yang menjadi pemicu kartu kuning kedua alias kartu merah.
"Laporan media Saudi menunjukkan bahwa Kano bertanya kepada wasit 'apakah kamu gila?' setelah pemain tersebut tidak terima dianggap membuang-buang waktu dengan melakukan lemparan ke dalam," tulis Koora.
Ucapan 'apa kamu gila?' ini dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap ofisial pertandingan. Akibatnya, wasit tanpa ragu langsung mengusirnya dari lapangan.
Kini nasib Kanno bisa menjadi lebih buruk. Jika terbukti melanggar kode etik disiplin AFC, ia berpotensi mendapatkan sanksi tambahan berupa larangan bermain dalam dua hingga empat pertandingan ke depan.
Baca Juga: Kondisi Terkini Calvin Verdonk Jelang Timnas Indonesia vs Irak
Meskipun begitu, keputusan wasit Ahmad Al-Ali ini tetap menuai kritik dari berbagai pihak di Arab Saudi.
Adapun Arab Saudi kini memuncaki klasemen Grup B ronde empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan torehan tiga poin.
Berita Terkait
-
Ole Romeny Siap Hancurkan Irak Minggu Dini Hari
-
2 Pelatih Timnas Indonesia Jadi Mata-mata di Qatar, Persiapan Jika Lolos Ronde 5
-
Irak Lebih Keras dari Arab Saudi, Manajer Timnas Indonesia Sadar Patrick Kluivert Harus Evaluasi
-
Statistik Mengerikan Striker Pengganti Ayman Hussein yang Absen Lawan Indonesia
-
Pembantaian! Austria Bantai San Marino 10-0 dan Denmark Lumat Belarusia di Kualifikasi Piala Dunia
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Turki Tersingkir di Piala Dunia 2026, Arda Guler: Sedih dan Malu
-
Pernah Kalah dari Timnas Indonesia, Herve Renard Incar Kemenangan Lawan Jepang di Piala Dunia 2026
-
Brace Deniz Undav Bawa Jerman Comeback Atas Pantai Gading dan Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Hajar Swedia 5-1, Belanda Melesat Puncaki Klasemen Sementara Grup F Piala Dunia 2026
-
Prediksi Spanyol vs Arab Saudi: Head to Head, Susunan Pemain, dan Fakta Menarik
-
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Kisah Gila Dennis Dargahi: Tes DNA Hingga Ganti Nama Demi Bela Timnas Iran di Piala Dunia 2026
-
Predisi Skor Tunisia vs Jepang Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
3 Calon Pemain Naturalisasi yang Kemungkinan Tak Dilirik John Herdman ke Timnas Indonesia
-
Dicap Terlalu Mahal, TVRI Bongkar Alasan Hak Siar FIFA Rp1,3 Triliun