Suara.com - Suasana panas menyelimuti jagat sepak bola Tanah Air menyusul kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Di bawah komando pelatih kawakan asal Belanda, Patrick Kluivert, Skuad Garuda harus mengakui keunggulan lawan di putaran keempat kualifikasi, menelan kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1), yang sekaligus menempatkan Indonesia sebagai juru kunci Grup B.
Kegagalan ini memicu gelombang desakan pemecatan Kluivert di berbagai platform media sosial.
Tagar #PatrickKluivertOut bahkan masih meramaikan media sosial, mencerminkan kekecewaan puluhan ribu suporter yang merasa mimpi melihat Indonesia berlaga di Piala Dunia kembali kandas.
Jika PSSI mengambil langkah drastis untuk mendepak Kluivert dari posisi pelatih Timnas Indonesia, konsekuensi finansialnya tak main-main.
Lantas berapa nilai pesangon yang berpotensi mendarat di kantong Patrick Kluivert? Simak penjelasan berikut ini.
Pesangon Patrick Kluivert Jika Dipecat PSSI
Patrick Kluivert ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong pada Januari 2025 dengan durasi kontrak 2 tahun.
Artinya, saat ini dia baru menjalani sekitar 10 bulan dari total 26 bulan kontrak tersisa hingga Desember 2027.
Lantas, berapa kerugian yang harus ditanggung PSSI jika memutuskan untuk memecat Patrick Kluivert?
Baca Juga: Patrick Kluivert Gagal, tapi Bangga karena...
Perkiraan gaji Patrick Kluivert di Timnas Indonesia disebut berada di rentang Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar per bulan.
Angka ini adalah estimasi yang dihimpun dari berbagai sumber, meskipun PSSI belum merilis data resmi.
Jika PSSI memutus kontrak Kluivert pada Oktober 2025, maka mereka harus membayar sisa gaji untuk 26 bulan kontrak yang belum dijalankan.
Dengan estimasi gaji bulanan tersebut, PSSI diperkirakan wajib menanggung kompensasi sisa kontrak senilai Rp33,8 miliar (jika gaji Rp1,3 M/bulan) hingga Rp39 miliar (jika gaji Rp1,5 M/bulan)
Total pesangon yang harus dikeluarkan PSSI untuk Kluivert berpotensi mencapai puluhan miliar rupiah.
Jumlah fantastis ini belum termasuk potensi denda penalti pemutusan kontrak dini, kesepakatan tambahan terkait klausul performa, serta kompensasi sponsor yang mungkin ikut terdampak.
Di sisi lain, mengetahui potensi pesangon yang sangat besar, sebagian publik meragukan Patrick Kluivert akan mengundurkan diri secara sukarela.
"Jangan berharap dia (Patrick Kluivert) mundur ya mimpi Lo semua, doi lebih pilih dipecat yang artinya ada pesangon yang akan dia terima, dan PSSI juga dalam waktu dekat gue yakin tidak akan pecat PK, wong pesangon STY aja masih nyicil cmiiw," cuit akun X @oktav2628204, menggarisbawahi tantangan finansial yang mungkin dihadapi PSSI.
Peluang Patrick Kluivert Dipecat
Patrick Kluivert sendiri telah angkat bicara usai kegagalannya membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.
Meski tidak secara eksplisit menyampaikan permohonan maaf, dia menegaskan bahwa kegagalan tersebut sepenuhnya adalah tanggung jawabnya sebagai pelatih kepala.
Sementara itu, nasib Kluivert kini berada di tangan PSSI. Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, mengonfirmasi bahwa evaluasi menyeluruh atas kinerja pelatih dan tim kepelatihan akan segera dilakukan dan dilaporkan kepada Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
"Ya kalau soal (pemecatan Kluivert), saya kira nanti akan diputuskan dalam rapat Exco PSSI," kata Sumardji pada Senin (13/10/2025).
Wakil Ketua Umum I PSSI Zainudin Amali, memperkuat pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa PSSI tidak akan gegabah. Mereka akan menunggu laporan resmi dari Badan Tim Nasional (BTN) sebelum mengambil sikap.
"Kami tunggu dulu laporan Ketua BTN sekaligus manajer. Baru kami ambil sikap," ucap Zainudin Amali pada Selasa (14/10/2025).
Zainudin Amali juga menyinggung bahwa keputusan akan diambil secara kolektif dalam rapat Exco.
"Enggaklah (langsung dipecat). Ini kan organisasi. Kami harus mengambil keputusan bersama-sama. Dasar kami mengambil keputusan dalam rapatnya Exco itu adalah laporan ketua BTN, sekaligus manajer timnas," tegasnya.
Jadwal rapat Exco PSSI itu pun masih menunggu waktu Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang tengah disibukkan dengan acara pribadi.
"Oh iya tunggu Ketum, kan beliau masih ada acara pernikahan. Mau menikahkan putrinya. Pernikahannya tanggal 18 dan 19 Oktober," kata Amali.
Sementara itu situasi semakin pelik usai diketahui Patrick Kluivert dan timnya langsung kembali ke Belanda usai kekalahan di Jeddah, tanpa ikut rombongan tim yang kembali ke Tanah Air.
"Nggak ada (yang ke Indonesia), semuanya kembali ke Belanda," ucap Sumardji membenarkan.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan
-
3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain
-
Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'
-
Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi
-
Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke
-
Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat
-
Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?
-
Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik