- Thailand memecat Masatada Ishii dan mulai memburu pelatih baru.
- Shin Tae-yong dan Park Hang-seo masuk radar calon pelatih FAT.
- PSSI disebut masih punya kesempatan merekrut kembali STY jika tak mau kalah cepat.
Suara.com - Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) tampak tak mau berlama-lama setelah memecat Masatada Ishii dari posisi pelatih kepala.
Langkah cepat mereka kini berlanjut ke tahap seleksi pengganti, dan sejumlah nama besar langsung masuk daftar.
Menurut laporan Daily News, ada tujuh nama pelatih yang kini tengah dipertimbangkan FAT untuk menangani Timnas Thailand.
Dari daftar itu, sosok yang paling menyita perhatian publik tentu saja Shin Tae-yong, mantan pelatih Timnas Indonesia.
Selain Shin, nama Park Hang-seo, mantan juru taktik Vietnam, juga muncul dalam daftar.
Dua pelatih asal Korea Selatan tersebut dinilai punya pengalaman luas di level Asia Tenggara, serta reputasi yang mumpuni dalam membangun tim nasional.
Menariknya, FAT juga mempertimbangkan sosok internal mereka sendiri, Anthony Hudson, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Teknik.
Hudson memiliki pengalaman panjang di level internasional, termasuk pernah menangani timnas Amerika Serikat dan sejumlah klub Timur Tengah.
Tak hanya pelatih asing, FAT juga melirik sejumlah nama lokal.
Baca Juga: Poin-poin Alasan Erick Thohir Wajib Mundur dari Ketua Umum PSSI
Tiga legenda sepak bola Thailand yang kini aktif melatih turut masuk dalam pertimbangan: Kiatisuk Senamuang, pelatih Prachuap FC Sasom Pobprasert, serta arsitek Bangkok United Totchtawan Sripan.
Satu nama lain yang disebut sebagai alternatif adalah Thawatchai Damrong-Ongtrakul, pelatih Timnas Thailand U-23.
Figur ini dinilai memahami kultur sepak bola Thailand sekaligus memiliki pengalaman di level internasional.
Wakil Presiden FAT, Dr. Charnwit Pholchivin, mengonfirmasi bahwa pihaknya memang sedang meninjau sejumlah kandidat.
Ia tak menampik bahwa Anthony Hudson menjadi salah satu nama kuat karena sudah lama berkecimpung di lingkungan sepak bola Thailand.
Namun, rumor kedekatan Shin Tae-yong dengan Thailand mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar sepak bola Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Cerita Legenda Liverpool Jatuh Miskin, Investasi Kopi Berujung Utang Rp30 Miliar
-
Persija Belum Tentu Mainkan Dua Pemain Asing Baru? Ini Kata Mauricio Souza
-
Kecintaan Calon Bek AC Milan Juwensley Onstein kepada Sang Kakek yang Kelahiran Medan
-
Ribuan Fans Manchester United Siap Turun ke Jalan, Tuntut Sir Jim Ratcliffe Angkat Kaki
-
Marcel Desailly Peringatkan Chelsea, Cole Palmer Bisa Hengkang Jika Ambisi Tak Sejalan
-
Eks Bomber Chelsea Diego Costa Sindir Antonio Conte, Puji Setinggi Langit Jose Mourinho
-
Statistik Calon Bek AC Milan Juwensley Onstein Pemain Keturunan Indonesia
-
Prancis Tolak Wacana Boikot Piala Dunia 2026, Sepak Bola Pemersatu Bukan Arena Konflik Politik
-
Mandul di Premier League, Anthony Gordon Pecahkan Rekor 23 Tahun Alan Shearer di Liga Champions
-
Gagal Dapatkan Manuel Ugarte, Ajax Alihkan Bidikan ke Gelandang Arsenal Christian Norgaard