- Tunku Ismail menegaskan, masalah yang muncul hanyalah persoalan teknis administrasi, bukan kecurangan.
- Menurut Tunku Ismail, tujuh pemain naturalisasi semuanya telah lulus verifikasi dari Departemen Pendaftaran Nasional (NRD).
- Laporan itu tidak berasal dari Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), seperti yang ramai diberitakan.
Suara.com - Pemilik Johor Darul Ta’zim (JDT), Tunku Ismail Sultan Ibrahim, angkat bicara menanggapi polemik 7 pemain naturalisasi yang mendapat sanksi dari FIFA.
Ia menegaskan bahwa seluruh dokumen para pemain tersebut resmi, sah, dan telah disetujui oleh pemerintah Malaysia, bukan hasil pemalsuan seperti yang dituduhkan.
Tunku Ismail menegaskan, masalah yang muncul hanyalah persoalan teknis administrasi, bukan kecurangan.
“Tentu saya membantu sebisanya, tapi untuk urusan detail dan dokumen, saya bukan sekretaris. Menuduh kami memalsukan dokumen itu tidak benar,” ujar Tunku Ismail dilansir dari New Straits Times,
“Yang terjadi hanyalah kesalahan teknis saat pengajuan. Mungkin karena itu Sekjen FAM disuspensi. Tapi secara hukum, para pemain ini adalah warga negara Malaysia. Semua sudah disetujui pemerintah,” tegasnya.
Menurut Tunku Ismail, tujuh pemain naturalisasi semuanya telah lulus verifikasi dari Departemen Pendaftaran Nasional (NRD).
“Kami mendapat banyak tawaran agen, sekitar 27 pemain. Tapi hanya tujuh yang lolos proses NRD, lainnya ditolak. Itu sudah cukup baik untuk langkah awal,” katanya.
Tunku Ismail juga mempertanyakan langkah FIFA yang menindaklanjuti aduan tersebut.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), laporan itu tidak berasal dari Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), seperti yang ramai diberitakan.
Baca Juga: Di Tengah Skandal Sanksi FIFA, Malaysia Justru Siapkan 27 Pemain Naturalisasi Baru
“Setelah kami menang lawan Vietnam di Kualifikasi Piala Asia, saya tak tahu ada aduan. Saat saya tanya ke AFC, mereka bilang itu bukan dari federasi Vietnam, bukan dari sekretaris jenderal maupun presidennya. Jadi, agak aneh kalau FIFA mau menanggapi aduan yang tidak resmi,” ujarnya.
Tunku Ismail menegaskan para pemain keturunan tersebut tidak tahu-menahu soal administrasi dan tidak pantas dihukum atas kesalahan yang bukan tanggung jawab mereka.
“Menuduh para pemain memalsukan dokumen itu tidak benar sama sekali. Mereka hanya bermain untuk negara. Jika mereka sampai diskors setahun, mereka kehilangan gaji dan mata pencaharian. Kami tak akan diam — kami siap membawa ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) bila perlu,” tegasnya.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Napoli Dihancurkan Juventus 0-3, Antonio Conte Kambinghitamkan Wasit
-
Kronologis Emil Audero Ditinggal Bus Usai Kekalahan dari Jay Idzes Cs, Gara-gara Orang Indonesia
-
Klasemen Terbaru Serie A: Juventus Hancurkan Napoli, AC Milan Imbang, Inter Kokoh di Puncak
-
7 Fakta Mengejutkan Usai Arsenal Dipermalukan Manchester United di Emirates
-
Liga Lokal Indonesia Kini Penuh dengan7Pemain Diaspora, Siapa Saja Dia?
-
PSSI Angkat Topi Adanya Program Satu Anak Satu Bola
-
Kabar 2 Pemain Timnas Indonesia: Miliano Jonathans dan Joey Pelupessy Berkontribusi Banyak
-
Bursa Transfer: Barcelona Amankan Empat Rekrutan Baru, Termasuk Pemain Keturunan Indonesia
-
Tak Hanya Kurzawa, Satu Pemain Naturalisasi Juga Didapatkan Persib Bandung!
-
Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx