- Ivan Juric menilai Atalanta bermain dengan intensitas tiga kali lipat dibanding Milan.
- La Dea kembali gagal menang meski mencatat 17 tembakan ke gawang.
- Ademola Lookman cetak gol perdana sejak drama transfer musim panas.
Suara.com - Atalanta kembali menambah catatan hasil imbang mereka di Serie A setelah ditahan AC Milan 1-1 di Bergamo, Rabu (29/10/2025) dini hari WIB.
Meski tampil dominan sepanjang laga, pasukan Ivan Juric harus puas berbagi angka di hadapan publik sendiri.
Gol cepat Samuele Ricci sempat membuat Milan unggul lebih dulu.
Tendangan setengah voli pemain muda Rossoneri itu berbelok arah setelah mengenai Ederson dan mengecoh kiper Marco Carnesecchi.
Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Ademola Lookman, yang baru saja bangkit dari drama transfer musim panasnya, membalas lewat sepakan keras kaki kiri ke atap gawang — gol pertamanya musim ini.
Pelatih Atalanta, Ivan Juric, tak bisa menutupi rasa kecewanya karena timnya gagal membawa pulang tiga poin.
Namun ia memuji performa anak asuhnya yang dinilai jauh lebih agresif dibanding Milan.
“Saya pikir Atalanta bermain dengan intensitas tiga kali lipat dibanding Milan. Kami mendominasi sepanjang laga. Mereka hanya punya satu peluang di awal dan selain 10 menit di babak kedua, hanya ada satu tim yang benar-benar berusaha menang,” ujar Juric kepada DAZN Italia.
Juric menambahkan, hasil imbang ini seharusnya tidak menutupi kerja keras timnya yang tampil konsisten sejak awal musim.
Baca Juga: Cerita Jay Idzes Disorot Media Sassuolo: Dari Panggilan Bang Jay hingga Puji Rekan Setim
“Para pemain tampil luar biasa. Saya tidak pernah melihat sikap yang salah dari mereka. Kami pantas mendapatkan lebih banyak poin, tapi kalau terus main seperti ini, hasilnya pasti akan datang,” imbuhnya.
Masalah klasik Atalanta kembali terlihat: efisiensi di depan gawang.
Meski mencatat 17 tembakan, mereka hanya mampu menghasilkan satu gol. Juric menilai timnya sudah bagus dalam membangun serangan dan memanfaatkan ruang, tapi belum cukup tajam di momen akhir.
“Kami bagus saat merebut bola dan menciptakan peluang di transisi, tapi juga sabar saat menghadapi tim yang bertahan dalam. Sangat disayangkan kami belum bisa mendapat lebih banyak poin karena tim ini pantas mendapatkannya,” tegasnya.
Pelatih asal Kroasia itu juga masih yakin performa timnya akan meningkat seiring waktu.
“Saya tetap yakin kami akan menembus batas dan mulai meraih hasil yang layak,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti