- Meski Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, para pemain diaspora yang berkarier di liga-liga Eropa menunjukkan perkembangan positif
- Pemain seperti Emil Audero dan Jay Idzes di Italia, Kevin Diks di Jerman, dan Calvin Verdonk di Prancis menunjukkan performa stabil
- Selain di Italia, Jerman, dan Prancis, sejumlah pemain tampil di Belanda, Belgia, dan Inggris, dengan progres yang berbeda-beda
Suara.com - Timnas Indonesia memang gagal lolos ke Piala Dunia 2026, namun perjalanan tidak berhenti sampai di sana.
Perhatian kini tertuju kepada para pemain diaspora yang berkarier di Eropa.
Jumlah mereka semakin banyak dan tersebar di liga-liga kompetitif seperti Serie A, Bundesliga, Ligue 1, hingga Eredivisie.
Penampilan para pemain abroad ini memberi harapan baru untuk masa depan Garuda.
Dua nama yang paling bersinar di Italia adalah Emil Audero dan Jay Idzes.
Audero menjadi pilihan utama Cremonese dengan enam caps dan hanya kebobolan lima gol, rating rata-ratanya 7,56.
Sementara Idzes tampil solid di Sassuolo dengan 810 menit bermain dan rating 6,76.
Di Jerman ada Kevin Diks yang menghuni pertahanan Borussia Monchengladbach.
Ia sudah delapan kali turun sebagai starter dengan rating 6,56 dan tampil stabil.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Lawan Brasil: Adu Taktik Dudu Patetuci vs Nova Arianto
Calvin Verdonk juga menunjukkan kualitas bersama Lille di Ligue 1 dengan rating 7,41 dari empat laga.
Di Inggris, Ole Romeny baru kembali dari cedera ketika membela Oxford United selama sembilan menit.
Meski belum reguler bermain, kondisi fisiknya mulai pulih dan berpeluang tampil lebih banyak.
Sementara itu di Belanda dan Belgia, terdapat enam pemain yang terus berkembang.
Dean James tampil moncer di Go Ahead Eagles dengan rating 6,84 dalam 10 laga Eredivisie.
Justin Hubner di Fortuna Sittard punya rating 6,72, sedangkan Miliano Jonathans mencatatkan rating 6,39 untuk Utrecht.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia U-17 Lawan Brasil: Adu Taktik Dudu Patetuci vs Nova Arianto
-
Piala Dunia U-17: 3 Momen Timnas Indonesia yang Bikin Gemas di Laga Kontra Zambia
-
Timnas Indonesia U-17 Wajib Waspada, Brasil Punya 3 Wonderkid Mengerikan di Piala Dunia U-17 2025
-
Darurat Kemenangan, Timnas Indonesia Bakal Ubah Formasi saat Hadapi Brasil?
-
Demi Ketajaman Timnas Indonesia, Penyerang Garang di Super League Ini Bisa Dinaturalisasi
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
-
Hasil Piala Dunia 2026, Jepang Kesetanan Bantai Tunisia 4-0
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial
-
Jonathan Tah Makin Yakin Jerman Juara Piala Dunia 2026 Usai Lolos 32 Besar
-
Hasil Jepang vs Tunisia: Samurai Biru Mudah Cetak Gol Kilat di Babak Pertama
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks
-
John Herdman Tak Sempat Nonton Piala Dunia 2026 Demi Timnas Indonesia
-
Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading, Jerman Akhiri Kutukan 16 Tahun di Piala Dunia
-
Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Bikin Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
-
Fakta Menarik Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026, Blue Wave Redam 28 Tembakan