-
Setelah berpisah dengan Patrick Kluivert, PSSI kembali mencari pelatih baru untuk Timnas Indonesia.
-
Beberapa pelatih top dunia seperti Louis van Gaal, Ruud Gullit, dan Park Hang-seo pernah menolak tawaran melatih Garuda.
-
Alasan penolakan beragam, mulai dari prioritas karier di Eropa hingga komitmen kontrak dengan tim lain.
Suara.com - Kursi panas pelatih kepala Timnas Indonesia kembali kosong setelah PSSI dan Patrick Kluivert sepakat berpisah
Kini berbagai rumor mengenai suksesornya terus bergulir, mulai dari nama lama seperti Shin Tae-yong hingga kandidat baru seperti Timur Kapadze.
Namun, di tengah perburuan ini, ada baiknya PSSI menengok kembali ke belakang. Sejarah mencatat, ada beberapa pelatih kelas dunia yang pernah menolak mentah-mentah kesempatan untuk menukangi skuad Garuda.
1. Louis van Gaal
Nama pelatih legendaris asal Belanda, Louis van Gaal, bukan sekali ini saja dikaitkan dengan Timnas Indonesia.
Rumor paling kencang berhembus saat pemecatan Shin Tae-yong pada awal 2025, di mana ia tidak hanya diisukan menjadi pelatih, tetapi juga Direktur Teknik PSSI.
Namun, jauh sebelum itu, van Gaal sudah pernah secara terbuka menyatakan keengganannya. Sekitar satu dekade lalu, mantan manajer Manchester United ini menegaskan bahwa prioritasnya adalah melanjutkan karier di level tertinggi sepak bola Eropa.
2. Ruud Gullit
Pada tahun 2019, PSSI melakukan pendekatan serius untuk mendatangkan legenda Belanda lainnya, Ruud Gullit sebagai pengganti Simon McMenemy.
Namanya menjadi kandidat terkuat dan paling dinantikan publik. Akan tetapi, upaya PSSI tersebut bertepuk sebelah tangan.
Gullit dilaporkan tidak memberikan respons apapun terhadap pinangan tersebut, seolah mengabaikannya.
Baca Juga: Tolak Menyerah Usai Dihajar Brasil, Nova Arianto Minta Satu Hal dari Skuad Timnas Indonesia U-17
Kegagalan ini pada akhirnya membuka jalan bagi PSSI untuk beralih ke pilihan lain, yang kemudian jatuh kepada Shin Tae-yong.
3. Park Hang-seo
Nama yang satu ini tentu tidak asing. Park Hang-seo dengan karakternya yang kuat, sering dianggap sebagai sosok ideal untuk menangani Timnas Indonesia.
Namun, rival abadi Shin Tae-yong ini pernah secara tegas menolak tawaran tersebut. Penolakan itu terjadi saat ia masih terikat kontrak dan berkomitmen penuh untuk membangun kekuatan Timnas Vietnam.
Pada saat yang sama, ia juga dikabarkan menolak tawaran dari level klub yang datang dari Persib Bandung.
Berita Terkait
-
Hitung-hitungan Timnas Indonesia ke 32 Besar Piala Dunia U-17 2025 usai Kalah dari Brasil
-
Bek Brasil Akui Timnas Indonesia U-17 Merepotkan: Skor Memang 4-0, tapi...
-
Denda Thom Haye dan Shayne Pattynama Lebih Mahal dari 7 Pemalsu Dokumen Naturalisasi Malaysia
-
Aksi Solidaritas Skuad FC Twente untuk Mees Hilgers yang Sedang Terpuruk
-
Sinyal Positif Mauro Zijlstra Siap Gabung Timnas Indonesia U-23 Hadapi Mali
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Profil Liu Jianqiao Wasit Cina di Final Piala Asia Futsal 2026 Banyak Kontroversi
-
Kirim Doa untuk Timnas Futsal Indonesia, Akun Divisi Humas Polri Malah Dirujak Netizen
-
Final Piala Asia Futsal 2026: Profil Israr Megantara, Anak Tambun yang Hancurkan Iran
-
King Emyu Minggir Dulu, King Indo Trending! Timnas Futsal Indonesia Hajar Iran
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Luas Biasa! 29 Ribu Bobotoh di GBLA Bikin Layvin Kurzawa Berasa di Rumah Sendiri
-
Persib Tundukkan MU dengan Skor Meyakinkan, Umuh Muchtar Puas Dendam Lama Terbalas
-
TEBAK SKOR Final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Indonesia vs Iran: Sejarah di Depan Mata