- Liverpool habiskan £390 juta namun pemain anyar gagal memberi dampak.
- Performa merosot parah: 5 kalah dari 11 laga Premier League.
- Kritik mengarah ke Arne Slot dan Mohamed Salah yang tampil menurun.
Suara.com - Liverpool tengah menghadapi krisis performa serius setelah menghabiskan £390 juta (sekitar Rp7,9 triliun) di bursa transfer musim panas lalu.
Harapan besar untuk regenerasi skuad justru berubah menjadi bencana, dengan para pemain anyar gagal menunjukkan dampak signifikan di bawah asuhan Arne Slot.
Dalam 11 pertandingan awal Premier League 2025/2026, The Reds tampil jauh dari ekspektasi.
Kekalahan telak 0-3 dari Manchester City di Etihad pada akhir pekan menjadi bukti nyata bahwa proyek pembangunan ulang tim juara bertahan ini masih jauh dari berhasil.
Setelah menjuarai Premier League musim lalu, Liverpool kehilangan hampir seluruh kekuatan di lini depan.
Luis Diaz dan Darwin Núnez dijual, sementara Diogo Jota meninggal dunia secara tragis, membuat Slot harus membangun ulang serangan dari awal.
Liverpool merekrut lima pemain dengan total biaya £390 juta, Hugo Ekitike, Florian Wirtz, Milos Kerkez, Jeremie Frimpong, dan Aleksandar Isak. Namun, tak satu pun dari mereka tampil sesuai ekspektasi.
Dalam laga kontra City, Slot hanya menurunkan dua di antaranya: Ekitike dan Wirtz, namun keduanya tampil mengecewakan dan nyaris tak terlihat.
Sementara Frimpong dan Isak masih cedera, Kerkez sudah kehilangan tempat di tim utama dari Andrew Robertson.
Baca Juga: Pep Guardiola Bongkar Rahasia Matikan Mohamed Salah Saat Manchester City Bantai Liverpool
Krisis juga terlihat pada performa Mohamed Salah. Penyerang asal Mesir itu disebut tampil lamban, kehilangan sentuhan, dan tak lagi rajin membantu pertahanan.
Pep Guardiola bahkan menyindirnya usai laga dengan mengatakan, “Salah dulu adalah mimpi buruk bagi saya, tapi sekarang dia seperti mimpi indah bagi tim lawan.”
Dengan lima kekalahan dari 11 laga, Liverpool kini tertinggal delapan poin dari Arsenal di puncak klasemen dan empat poin dari Manchester City.
Kekalahan beruntun, performa pemain baru yang tak berkembang, dan penurunan produktivitas Salah membuat posisi Slot mulai dipertanyakan.
Liverpool kini harus segera bangkit setelah jeda internasional. Dari jadwal mereka hingga Januari, hanya laga tandang ke Tottenham (20 Desember) yang tergolong berat sebelum menghadapi Arsenal pada 8 Januari 2026.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
-
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
-
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
-
Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
-
Haaland Kembali Jadi Pahlawan meski Norwegia Minim Peluang, Pelatih: Dia Finisher Terbaik di Dunia
-
Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda
-
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
-
Statistik Mengagumkan Bikin AS Monaco Yakin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona