-
Jayden Holtman, bek PEC Zwolle U-19, punya darah keturunan Maluku-Surabaya.
-
Bek 16 tahun setinggi 181 cm ini berpotensi perkuat Timnas Indonesia melalui naturalisasi.
-
Holtman telah promosi ke tim U-19 dan menjadi pemain kunci di pertahanan PEC Zwolle.
Suara.com - Dunia sepak bola Indonesia kembali dihebohkan dengan munculnya prospek baru dari kancah Eropa untuk calon pemain Timnas Indonesia.
Jayden Holtman adalah nama defender menjanjikan yang saat ini tengah meniti karir profesional di Belanda. Dia bisa jadi pemain keturunan yang dinaturalisasi kelak.
Pemain dengan tinggi badan ideal 181 cm ini merupakan aset penting bagi tim junior di salah satu klub elite, yakni PEC Zwolle U-19.
Lahir di Zwolle pada 16 Oktober 2008, Holtman dikenal sebagai bek modern dengan keunggulan fisik dan kecerdasan dalam membaca alur permainan.
Kemampuan serbagunanya memungkinkannya bermain secara efektif di posisi bek kanan (right-back) dan juga bek tengah (centre-back).
Pemain berusia 16 tahun ini ternyata memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Indonesia.
Jalur keturunan Indonesia mengalir deras dari garis ayah Holtman, yang merujuk pada neneknya.
Nenek Jayden lahir di kota Pahlawan, Surabaya, tepatnya pada tahun 1951.
Meskipun demikian, keluarga besarnya berasal dari wilayah Maluku Tengah, mencakup daerah sekitar Pulau Seram.
Baca Juga: Pemain Keturunan Surabaya Percepat Pesta Pernikahan Demi Bisa Bela Timnas
Hal ini disampaikannya secara langsung: “Iya, saya keturunan Indonesia dari sisi ayah. Nenek saya lahir di Surabaya tapi berasal dari keluarga Maluku,” ujar Jayden dikutip dari unggahan akun @futboll.indonesiaa.
Keluarga Holtman dari sisi neneknya memiliki marga Hatumena, sebuah marga tua asal Maluku yang dikenal memiliki banyak diaspora di berbagai belahan dunia.
Saat ini, status Jayden Holtman masih Warga Negara Belanda dan belum memiliki paspor Merah Putih.
Holtman memulai perjalanan sepak bolanya di usia sangat belia, yakni enam tahun.
Klub yang menjadi pijakan awalnya adalah FC Dalfsen dan SV Zwolle, klub-klub lokal di wilayahnya.
Sejak saat itu, ia memilih untuk bergabung dan dibina di akademi PEC Zwolle, tim yang berkompetisi di kasta tertinggi liga Belanda, Eredivisie.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Utak Atik Duel Laga Timnas Indonesia Vs Bulgaria, Ujian di Semua Lini
-
Eks Pelatih Timnas Indonesia Justru Dukung Bulgaria Juara FIFA Series 2026
-
Tampil Gemilang Bersama Timnas Indonesia, Dony Tri Pamungkas Merendah
-
Pelatih Bulgaria Soroti 2 Pemain Timnas Indonesia Sebagai Ancaman
-
Hadapi Bulgaria di FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Usung Misi Gila
-
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Bulgaria di FIFA Series 2026
-
Bulgaria Hadapi Masalah Jelang Final FIFA Series 2026, Keuntungan untuk Timnas Indonesia
-
John Herdman Geram Ramadhan Sananta Dihujat, Samakan Eks PSM dengan Giroud
-
Kevin Diks Percaya Diri Tantang Bulgaria, Timnas Indonesia Targetkan Sejarah Baru
-
Ini Alasan Mauro Zijlstra Dicoret John Herdman Digantikan Jens Raven