- Saga bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, dengan klubnya FC Twente diperkirakan selesai pada bursa transfer Januari 2026.
- Konflik timbul setelah Hilgers menolak perpanjangan kontrak hingga memicu pembekuan status dari skuad utama.
- Cedera ACL yang dialami Hilgers membuka kembali dialog untuk mencapai kesepakatan solusi terbaik demi kariernya.
Suara.com - Kabar melegakan akhirnya datang bagi para pecinta sepak bola Tanah Air terkait nasib bek andalan Timnas Indonesia, Mees Hilgers.
Drama panas atau saga panjang yang melibatkan sang pemain dengan klubnya, FC Twente, diprediksi akan segera menemui babak akhir yang solutif.
Bursa transfer musim dingin Januari 2026 disebut-sebut bakal menjadi momen kunci penyelesaian konflik yang selama ini menyandera karier bek berbakat tersebut.
Media ternama Belanda seperti Football Transfers dan Twente Insite mulai menyoroti adanya jalan keluar yang bisa menguntungkan kedua belah pihak dalam waktu dekat.
Situasi ini menjadi angin segar mengingat Hilgers sebelumnya dikenal sebagai salah satu aset emas jebolan akademi FC Twente yang sangat dipuja suporter.
Sejak melakoni debut profesionalnya pada 2020, ia sempat menjadi pilar tak tergantikan di lini belakang sebelum hubungan dengan manajemen memburuk.
Puncak ketegangan terjadi pada bursa transfer musim panas 2025 lalu ketika rencana kepindahannya ke klub lain gagal total di detik-detik akhir.
Kala itu, Hilgers nyaris berseragam klub Prancis, Stade Brest, dengan status pinjaman namun batal terlaksana akibat keterbatasan waktu tes medis.
Kegagalan tersebut berbuntut panjang karena manajemen klub memutuskan untuk membekukan statusnya di skuad utama.
Baca Juga: Intip Statistik Calvin Verdonk Sepanjang 2025: Cepat Adaptasi dan Unjuk Gigi di Ligue 1
Sikap keras klub muncul lantaran sang pemain menolak memperpanjang kontraknya yang masih berlaku hingga pertengahan 2026.
Akibatnya, Hilgers harus rela menjadi penonton dan tersingkir dari tim meskipun kondisinya saat itu bugar dan siap bermain.
Dampak dari pembekuan status ini sangat merugikan Timnas Indonesia yang kehilangan jasa salah satu bek terbaiknya di beberapa laga internasional.
Nasib sial Hilgers semakin bertambah ketika ia divonis mengalami cedera ligamen krusiatum (ACL) di tengah ketidakjelasan statusnya.
Namun, musibah tersebut justru membuka kembali pintu dialog antara perwakilan sang pemain dengan manajemen Twente untuk mencari solusi terbaik.
Kini, Januari 2026 menjadi harapan besar agar saga ini tuntas, entah melalui transfer atau kesepakatan baru, demi menyelamatkan karier sang pemain.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia
-
Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia
-
Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
-
Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau
-
Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya
-
Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana
-
Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS
-
Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang
-
Gubernur Khofifah Kukuhkan 76 Paskibraka Jatim untuk HUT ke-81 RI, Tegaskan Semangat NKRI
-
Amerika Serikat: Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81