- James de Vos adalah wonderkid FC Utrecht dengan kemampuan komplet
- Talenta James semakin menarik perhatian karena ia memiliki darah Indonesia dari kakek ayahnya yang berasal dari Semarang
- Postur fisik ideal dan kematangan bermain di usia sangat muda membuat James mulai masuk radar klub-klub besar
Suara.com - Wonderkid muda FC Utrecht, James de Vos mendadak ramai dibicarakan karena kualitas bermainnya yang jauh di atas usianya, sekaligus latar belakang darah Indonesia yang ia miliki.
James de Vos, kelahiran 27 Desember 2009, kini bermain untuk FC Utrecht U-17.
Meski berposisi natural sebagai winger kiri dan kanan, ia sebelumnya dikenal sebagai bek tengah tangguh saat memperkuat FC Utrecht U16.
Keistimewaannya terletak pada fleksibilitas, ia mampu bermain dengan kedua kaki, memiliki kontrol bola yang sangat baik, dan kecepatan yang mematikan.
Salah satu agensi sepak bola, Iconics Management dalam pernyataannya menyebut James sebagai pemain dengan “stabilitas, kekuatan, serta kemampuan teknis dan kreativitas yang menonjol”.
Agensi tersebut secara terbuka menyatakan antusiasme bekerja sama dengan pemain muda yang dianggap memiliki potensi besar tersebut.
Tak hanya kemampuannya yang menonjol, latar belakang James turut menarik perhatian publik Indonesia.
Dalam pernyataannya, James mengungkap bahwa kakek dari pihak ayahnya lahir di Semarang.
Artinya, ia memiliki darah Indonesia. Selain itu, sang pemain juga memiliki keturunan Curacao dari ibunya.
Baca Juga: Catatan Gila Charly van Oosterhout, Pemain Keturunan Indonesia di Ajax: 28 Laga 19 Gol
Kombinasi warisan budaya tersebut membuat James menjadi salah satu talenta muda Eropa yang berpotensi memiliki ikatan kuat dengan dua negara.
Dengan tinggi 183 cm dan berat 72,5 kg di usia 14 tahun, James memiliki postur ideal untuk bersaing di level elite.
Ia juga telah menunjukkan kematangan bermain dan kemampuan duel yang solid, baik sebagai winger maupun ketika ditempatkan sebagai bek tengah.
Pemandu bakat di Belanda menyebut James sebagai paket komplet, cepat, kuat, teknis, dan serba bisa. Tak heran jika namanya mulai masuk radar klub-klub besar.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Catatan Gila Charly van Oosterhout, Pemain Keturunan Indonesia di Ajax: 28 Laga 19 Gol
-
Giovanni van der Poel, Pemain Keturunan Indonesia Junior Dean James di Go Ahead
-
Charly van Oosterhout, Wonderkid Ajax Keturunan Indonesia: Kakek Lahir di Sorong
-
Bang Jay Junior! Nenek Lahir di Jatinegara, Jay de Longte The Next Thom Haye
-
Bocah Ajaib Belanda-Bali! Joaquin Schouten, Gelandang Feyenoord Mulai Curi Perhatian Eropa
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Buntut Kasus Dean James, Total 25 Pemain Asing di Belanda Ikut Terseret Skandal Paspor KNVB
-
BRI Super League: Borneo FC Waspadai Kebangkitan Madura United
-
Peran Krusial Ajax Selamatkan Maarten Paes dari Jerat Sanksi KNVB
-
Ivar Jenner Blak-blakan: Belum Puas Hanya Jadi Pemanis Bangku Cadangan Dewa United
-
Thom Haye Puji Beckham dan Eliano Reijnders Usai Tampil Bersama Timnas Indonesia
-
Nasib Ranking FIFA Negara ASEAN, Timnas Indonesia Masih di Bawah Tetangga
-
Etos Kerja Lionel Messi Dibawa ke Persija Jakarta
-
Rapor Mengkilap Kapten Garuda, Media Italia Puji Aksi Jay Idzes di FIFA Series 2026
-
Bintang Persib Eliano Reijnders Dikabarkan Masuk Radar Klub Liga Azerbaijan
-
Tanpa Dua Motor Serangan, Bhayangkara FC Hadapi Persija dalam Kondisi Pincang