- Curacao mencetak sejarah sebagai negara dengan populasi paling kecil yang pernah lolos ke Piala Dunia
- Banyak negara berpenduduk kecil mampu tampil di Piala Dunia sepanjang sejarah, antara lain Islandia, Tanjung Verde, Trinidad & Tobago
- Lolosnya negara-negara kecil ini menunjukkan bahwa prestasi sepak bola tidak selalu ditentukan oleh besarnya populasi
Kuwait mencatat sejarah di Piala Dunia 1982, termasuk insiden terkenal ketika seorang pangeran turun ke lapangan memprotes keputusan wasit. Namun hingga kini, mereka belum kembali lolos.
6. Paraguay – 1950 (1,5 juta)
Dengan populasi 1,5 juta, Paraguay menjadi negara Amerika Selatan terkecil yang lolos saat itu. Mereka kembali ke Piala Dunia 2026 setelah absen 15 tahun.
5. Irlandia Utara – 1958 (1,4 juta)
Irlandia Utara tampil mengejutkan dengan mencapai perempat final Piala Dunia 1958. Mereka terakhir lolos pada 1986.
4. Trinidad & Tobago – 2006 (1,3 juta)
Meski menjadi debutan, Trinidad & Tobago tampil heroik dengan menahan imbang Swedia 0-0 dan menyulitkan Inggris. Meski tersingkir, mereka tetap dikenang sebagai salah satu tim kecil paling inspiratif.
3. Tanjung Verde – 2026 (525 ribu)
Tanjung Verde mengukir sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2026. Populasi mereka hanya 525 ribu, namun skuad berjuluk Blue Sharks melaju ke turnamen terbesar melalui performa impresif di kualifikasi.
Baca Juga: Sudah Naturalisasi Jor-joran, Timnas Indonesia Malah Ketinggalan Malaysia di Ranking FIFA Teranyar
2. Islandia – 2018 (352 ribu)
Islandia menjadi sensasi dunia ketika lolos ke Piala Dunia 2018. Penduduknya hanya 352 ribu, namun mereka sukses menahan imbang Argentina dan tampil spartan seperti saat menyingkirkan Inggris di Euro 2016.
1. Curacao – 2026 (185 ribu)
Curaçao resmi menjadi negara terkecil dalam sejarah yang lolos ke Piala Dunia, dengan populasi hanya sekitar 185.500.
Di bawah pelatih veteran Dick Advocaat, mereka memastikan tiket setelah bermain imbang tanpa gol melawan Jamaika dan memuncaki grup kualifikasi.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Sudah Naturalisasi Jor-joran, Timnas Indonesia Malah Ketinggalan Malaysia di Ranking FIFA Teranyar
-
Timnas Indonesia U-22, SEA Games dan Laga Uji Coba Melawan Mali yang Terkesan Percuma
-
Kontrak Ivar Jenner Tak Diperpanjang FC Utrecht
-
Curhat Pelatih Timnas Mali Frustrasi Hadapi Timnas Indonesia, Basa Basi?
-
Uji Coba Kontra Mali dan Alarm Bahaya dari Ivar Jenner di Balik Penampilan Impresifnya
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka
-
Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya
-
PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik
-
Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar
-
Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan
-
Mengenal Karakter Zodiak Bulan September, Si Detail Virgo dan Si Harmonis Libra
-
Airlangga Bantah Tudingan Indonesia Jadi Jalur Transshipment Barang China ke AS
-
Keluarga Ungkap Fakta di Balik Tewasnya Kakek 80 Tahun Terserempet KRL di Cawang-Tebet