- Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, mendukung penuh penunjukan Nova Arianto melatih Timnas Indonesia U-20.
- Nova dipromosikan setelah sukses membawa Timnas U-17 lolos ke Piala Dunia U-17 2025.
- PSSI menargetkan Nova Arianto membawa Timnas U-20 lolos Piala Asia U-20 2027.
Suara.com - Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers merasa Nova Arianto layak menangani Timnas Indonesia. Namun, Timnas yang dimaksud adalah U-20.
PSSI baru saja menunjuk Nova Arianto sebagai pelatih Timnas Indonesia U-20. Dia naik kelas setelah sebelumnya menukangi skuad U-17 yang berhasil dia bawa lolos ke Piala Dunia U-17 2025.
Zwiers sebagai Direktur Teknik PSSI, berperan besar dalam keputusan federasi mempromosikan Nova Arianto ke skuad U-20.
Dia menganggap sosok yang sebelumnya menjabat asisten pelatih Timnas Indonesia era Shin Tae-yong itu punya potensi untuk mengangkat kualitas Timnas U-20.
"Ini momen yang luar biasa," kata Zwiers dalam konferensi pers di GBK Arena, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/11/2025).
"Kami sangat bangga dan senang bisa mengumumkan Nova akan menangani Timnas Indonesia U-20," sambung lelaki asal Belanda tersebut.
Nova dianggap punya karakteristik yang kuat sebagai pelatih.
Dengan status juru formasi lokal, ia berharap bisa menginspirasi banyak pelatih-pelatih yang ada di Tanah Air.
"Dia orang yang hebat, dengan kepemimpinan hebat. Dia juga menjadikan kita bisa membangun legacy buat pelatih lokal," Zwiers menambahkan.
Baca Juga: Exco PSSI: Ada yang Mengusulkan Timur Kapadze dan Jesus Casas Jadi Pelatih Timnas Indonesia
"Dia tampil baik di Piala Dunia U-17 2025. Makanya kami pikir langkah logis selanjutnya adalah naik ke Timnas Indonesia U-20," jelasnya.
Zwiers memproyeksikan Nova untuk mengantar Timnas Indonesia U-20 ke Piala Asia U-20 2027. Ia berharap semuanya bisa berjalan dengan lancar.
"Harapannya di level berikutnya, semoga dia bisa membawa anak-anaknya ke Piala Asia U-20 2027 lalu menjadi 8 besar tim terbaik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Jay Idzes Masuk 10 Besar Bek dengan Sapuan Bola Terbanyak di Liga Italia
-
Bojan Hodak Waspadai Strategi Bertahan Madura United Saat Persib Bandung Kejar Poin Penuh Kandang
-
Pesta Gol di Bandarlampung, Paul Munster Puji Konsistensi Bhayangkara FC Tekuk Telak Semen Padang
-
Dejan Antonic Sebut Duel Semen Padang Lawan Bhayangkara FC Lucu Karena VAR Rusak dan Penalti
-
Manchester City Terancam Dikurangi 60 Poin Buntut 115 Dakwaan Finansial Premier League
-
Legenda Chelsea Terseret Sengketa Properti, Dilarang Gunakan Teras Rumah Rp60 Miliar
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Federico Dimarco Ingin Inter Milan Cetak Gol Cepat Lawan Bodo/Glimt
-
Juventus Tertinggal 2-5, Masih Bisa Comeback? Ini Hitung-hitungan Realistisnya!
-
TVRI Modernisasi Sistem Penyiaran Sambut Piala Dunia 2026