-
Kiper legendaris Indonesia Ronny Pasla wafat di usia 78 tahun.
-
Dia dikenang karena menggagalkan penalti bintang Brasil Pele tahun 1972.
-
Ronny Pasla juga persembahkan banyak gelar untuk Timnas dan klub.
Suara.com - Timnas Indonesia telah kehilangan sosok kiper legendaris, Ronny Pasla yang telah meninggal dunia. Salah satu cerita yang paling diingat dari beliau adalah pernah membuat mega bintang Brasil, Pele dengan mati kutu.
Ya, Ronny Pasla pernah menggagalkan penalti Pele ketika Timnas Indonesia melakoni partai persahabatan menghadapi Santos di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 21 Juni 1972.
Ketika itu Santos menang 3-2 lewat gol Jadel, Edu, dan Pele. Timnas Indonesia hanya bisa membalas lewat dua gol Risdianto.
Meski kebobolan 3 gol di laga itu, Ronny Pasla sukses buat Pele mati kutu.
Bagaimana tidak, tembakan Pele yang disebut-sebut salah satu pemain terbaik dunia digagalkan olehnya.
Kini, kenangan tersebut akan menjadi cerita menarik bagi pecinta sepak bola Tanah Air.
Ronny Pasla yang lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 15 April 1947 wafat di usia ke-78 tahun.
Bersama Timnas Indonesia, Ronny Pasla beberapa kali mempersembahkan gelar.
Sebut saha King's Cup 1968, Turnamen Merdeka 1969, Pesta Sukan Cup 1972, hingga Jakarta Anniversary Tournament 1972.
Baca Juga: Di Luar Prediksi! Asisten Pelatih Liverpool Mendadak Masuk Bursa Pelatih Timnas Indonesia
Di level klub, Ronny Pasla bermain untuk PSMS Medan hingga Persija Jakarta.
Prestasi terbaiknya ialah tiga kali menjuarai Perserikatan bersama kedua kesebelasan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik