Bola / Bola Indonesia
Senin, 24 November 2025 | 13:01 WIB
Giovanni van Bronckhorst pernah latih dua pemain timnas Indonesia. (Instagram/@giovannivbronckhorst)
Baca 10 detik
  • PSSI merahasiakan 5 calon pelatih Timnas karena etika kontrak.

  • GVB, Jesus Casas, dan Timur Kapadze masuk daftar kandidat.

  • Ketua BTN Sumardji menegaskan kerahasiaan hormati privasi.

Suara.com - Pembicaraan publik di dunia maya memanas menyusul munculnya nama Giovanni van Bronckhorst sebagai salah satu sosok potensial untuk memimpin Timnas Indonesia.

Desas-desus mengenai mantan pemain dan pelatih Feyenoord tersebut, yang saat ini menjabat asisten Arne Slot di Liverpool, menyebar luas di media sosial, memicu pro dan kontra di kalangan warganet.

Meskipun belum ada keterangan resmi dari PSSI, sebagian besar pendukung Timnas Indonesia menunjukkan keraguan terhadap penunjukan pelatih berinisial GVB tersebut.

Keputusan PSSI untuk mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert pada 16 Oktober lalu karena kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi pemicu utama pencarian pelatih baru.

Federasi Sepak Bola Indonesia mengonfirmasi bahwa mereka telah memiliki daftar berisi lima nama teratas yang menjadi kandidat kuat untuk memimpin Timnas.

Akan tetapi, hingga saat ini PSSI memilih untuk menyimpan rapat-rapat identitas kelima kandidat pelah tersebut, menambah spekulasi dan kecemasan di kalangan penggemar setia Timnas.

Kondisi ini menimbulkan rasa penasaran yang mendalam bagi masyarakat sepak bola Tanah Air, terutama karena banyak suporter merasa keputusan pelatih sebelumnya tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Menanggapi hal ini, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji akhirnya angkat bicara untuk memberikan penjelasan mengenai sikap PSSI yang tidak mempublikasikan nama-nama calon pelatih.

"Jadi teman-teman sekalian kenapa tidak ada nama yang dibuka, saya perlu jelaskan bahwa berkaitan dengan lima nama ini kenapa memang sampai detik ini belum kami buka, dan memang tidak akan kami buka dulu," kata Sumardji.

Baca Juga: Bikin Bangga! Tim Geypens Sabet Penghargaan Luar Biasa di Eropa

Sumardji menekankan bahwa kerahasiaan nama-nama ini adalah langkah krusial yang berhubungan erat dengan pertimbangan etika dan profesionalisme.

Alasan utamanya adalah karena sebagian besar figur yang masuk dalam radar PSSI ternyata masih terikat kontrak aktif, baik dengan klub sepak bola maupun tim nasional negara lain.

"Satu, kami menghormati karena masing-masing pelatih kepala itu punya privasi."

"Kedua, juga para pelatih ini masih berada di klub dan masih berada dalam timnas suatu negara. Tidak mungkin kami membuka," ucap Sumardji menambahkan.

PSSI menegaskan bahwa langkah untuk menjaga kerahasiaan merupakan bentuk penghormatan terhadap privasi dan status kontrak para pelatih yang diincar tersebut.

Langkah ini diambil untuk menghindari adanya potensi masalah etika dan profesionalisme yang mungkin timbul di kemudian hari.

Di tengah spekulasi GVB, dua nama pelatih asing lainnya kini muncul ke permukaan dan diisukan menjadi kandidat yang dipertimbangkan PSSI.

Mereka adalah Jesus Casas dan Timur Kapadze yang ikut meramaikan bursa pelatih kepala untuk Timnas Indonesia yang tengah kosong.

Jesus Casas adalah pelatih asal Spanyol yang memiliki pengalaman di berbagai level kepelatihan termasuk sebagai asisten di timnas Spanyol.

Sementara itu, Timur Kapadze dikenal sebagai pelatih yang berpengalaman di kawasan Asia Tengah dan pernah menangani timnas Uzbekistan U-23.

Meskipun ketiga nama (Giovanni van Bronckhorst, Jesus Casas, dan Timur Kapadze) telah beredar luas, PSSI masih berpegangan pada kebijakan untuk tidak mengonfirmasi nama secara resmi.

PSSI tampaknya akan terus berhati-hati dalam pengambilan keputusan, memastikan pelatih yang dipilih adalah figur terbaik dan paling sesuai untuk masa depan Timnas Indonesia.

Diharapkan keputusan ini akan segera diumumkan setelah semua proses negosiasi dan pertimbangan etika profesional selesai.

Load More