-
John Herdman adalah kandidat terkuat PSSI melatih Timnas Indonesia.
-
Ia pemegang rekor dunia meloloskan timnas pria dan wanita Kanada ke Piala Dunia.
-
Herdman memiliki rata-rata poin 1.98 per laga di Timnas Pria Kanada.
Suara.com - Ketegangan dalam perburuan sosok pelatih kepala Timnas Indonesia meningkat setelah John Herdman, seorang arsitek sepak bola yang mengukir capaian luar biasa di Piala Dunia, muncul sebagai calon terdepan.
Herdman dilaporkan telah menjalani sesi wawancara mendalam dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yang menempatkannya di posisi paling serius untuk mengisi kekosongan setelah Patrick Kluivert.
Jurnalis terkemuka dari Sky Sports, Dharmesh Sheth, adalah pihak pertama yang mengungkapkan bahwa PSSI tengah menjalin komunikasi intensif dengan dua figur: Giovanni van Bronckhorst dan John Herdman.
Namun, rekam jejak Herdman menarik perhatian paling besar karena ia memiliki pencapaian yang belum pernah dicatat oleh pelatih nasional manapun di dunia.
Pelatih kelahiran Inggris, 19 Juli 1975, ini mencetak sejarah sebagai satu-satunya pelatih global yang berhasil mengantar tim nasional wanita dan tim nasional pria dari negara yang sama, yakni Kanada, menuju putaran final Piala Dunia.
Catatan monumental ini memperkuat citranya sebagai salah satu otak strategis paling inovatif dalam kancah kepelatihan internasional dekade terakhir.
Periode kerjanya bersama Timnas Wanita Kanada (2006–2018) menghasilkan dua medali perunggu Olimpiade, yaitu pada tahun 2012 dan 2016.
Di bawah kepemimpinannya, sepak bola wanita Kanada bertransformasi menjadi kekuatan yang diperhitungkan di tingkat global.
Transformasi luar biasa terus berlanjut saat Herdman dipercaya memimpin Timnas Pria Kanada (2018–2023).
Baca Juga: Siapa John Herdman? Bersaing dengan Giovanni van Bronckhorst Berebut Kursi Pelatih Timnas Indonesia
Ia sukses mengakhiri penantian panjang 36 tahun dengan membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar, partisipasi pertama mereka sejak tahun 1986.
Lolosnya Kanada disertai dengan peningkatan signifikan pada posisi mereka dalam peringkat FIFA.
Di masa kepemimpinannya, tim berjuluk Les Rouges tersebut berubah dari tim underdog menjadi pesaing serius di kawasan CONCACAF.
Prestasi ini membuat Herdman sangat dihormati sebagai arsitek revolusi sepak bola Kanada—sebuah fondasi penting menjelang Kanada menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026.
Herdman mengakhiri tugasnya di Federasi Sepak Bola Kanada pada September 2023.
Sebelum berstatus free agent sejak November 2024, ia sempat melatih Toronto FC di MLS selama kurang lebih satu tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Motor Murah untuk Kerja dan Usaha: Ini 5 Opsi Bebek Bekas Paling Bandel di Bawah 5 Jutaan
-
3 Rekomendasi HP Infinix Baterai Besar, Siap Temani Aktivitas dari Pagi sampai Malam
-
Tanpa Kartu dan Ponsel, PolPay Buatan Mahasiswa UGM Tawarkan Transaksi Praktis Lewat Biometrik
-
Siswi SMA di Matraman Hilang Usai Temui Pria yang Dikenal via Aplikasi Kencan
-
Bahlil Jamin Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026
-
Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sampai Filipina, Udara Manila Buruk
-
Wajah Baru Bundaran HI 2027: Jalur Bawah Tanah yang Mengubah Cara Warga Jakarta Bergerak
-
Berhenti Cari Aman: 9 Potongan Rambut Wajah Oval yang Bikin Penampilanmu Berubah Total
-
Benarkah Sawit Penyebab Karhutla? Fakta Pembukaan Lahan yang Terus Berulang
-
Beban Tak Terlihat Sandwich Generation: Menanggung Dua Generasi Sekaligus