- Erling Haaland baru kembali tercatat mengalami posisi *offside* dalam laga tandang Liga Inggris setelah lebih dari dua tahun.
- Catatan offside terakhir Haaland sebelum yang baru terjadi saat Manchester City melawan Sheffield United Agustus 2023.
- Minimnya offside pemain Manchester City ini menunjukkan efisiensi tinggi dalam membaca momentum garis pertahanan lawan.
Suara.com - Erling Haaland kembali mencuri perhatian publik Liga Inggris. Bukan hanya 100 gol tercepatnya, melainkan sebuah catatan unik yang jarang terjadi, yakni ia baru kembali tertangkap offside dalam laga tandang Premier League setelah lebih dari dua tahun.
Menurut laporan Squawka, Haaland terakhir kali terjebak offside dalam pertandingan saat melawan Sheffield United pada Agustus 2023.
"Terjebak offside dalam pertandingan tandang Premier League untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun. Terakhir kali terjadi saat melawan Sheffield United pada Agustus 2023," tulis Squawka.
Catatan ini terasa luar biasa mengingat gaya bermain Haaland yang kerap melakukan sprint ke ruang belakang pertahanan lawan.
Banyak penyerang biasanya sering terperangkap offside, tetapi Haaland justru tampil sangat efisien dalam membaca momentum dan garis pertahanan.
Striker Manchester City itu memang dikenal sebagai penyerang yang jarang menyia-nyiakan peluang. Ia lebih sering berada di posisi ideal untuk menerima umpan maupun melakukan penyelesaian akhir.
Fakta bahwa ia hampir dua tahun tanpa offside dalam laga tandang menunjukkan kualitas timing dan kecermatan yang sangat jarang dimiliki pemain lain.
Kedatangan Haaland ke Manchester City pada 2022 memang mengubah dinamika lini serang The Citizens.
Selain produktivitas golnya yang menakutkan, detail-detail kecil seperti minimnya offside menegaskan betapa efisiennya ia memainkan peran sebagai finisher utama.
Baca Juga: Catat 100 Gol Tercepat di Liga Inggris, Erling Haaland: Itu Pekerjaan Saya
Dengan performa yang terus stabil, menarik untuk menunggu rekor apa lagi yang akan ditorehkan Haaland sepanjang musim ini.
Berita Terkait
-
Catat 100 Gol Tercepat di Liga Inggris, Erling Haaland: Itu Pekerjaan Saya
-
Phil Foden Diminta Pep Guardiola Bertahan di Manchseter City Seumur Hidup
-
Respons Tegas Vincent Kompany Terkait Isu Jadi Penerus Pep Guardiola di Manchester City
-
Man City Nyaris Kena Comeback, Pep Guardiola Stress: Rambut Saya Rontok!
-
Rapor Pemain Manchester City Susah Payah Bungkam Fulham dengan Drama 9 Gol
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Perseteruan Wakil Rakyat, Polda Riau Turun Tangan Periksa CCTV
-
Keciduk CCTV! Pria di Tambora Gasak Motor Teknisi WiFi yang Kuncinya Tergantung Demi Biaya Hidup
-
Analisis Taktik Mendalam Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina
-
Beri Kail Bukan Ikan: Inspirasi Cinta Laura Biayai Kuliah Asisten Pribadinya
-
Tahan untuk Beli, Harga Emas Antam Berpotensi Naik Pekan Depan
-
Tiki-Taka vs Sihir Messi: Prediksi Pertarungan Sengit Final Spanyol vs Argentina
-
Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z
-
Bahlil Sebut Antrean BBM di Sumatera Bukan Stok Habis, tapi Sopir Tangki Mogok
-
Tutup Borok Korupsi dan PHK, Isu LGBTQ Diduga Cuma Strategi Pecah Fokus Kemarahan Publik
-
Ekosida Peradaban Air Sumsel, Ketika Lahan Basah Tak Lagi Menjadi Ruang Hidup