-
Timur Kapadze menolak tawaran PSSI untuk melatih Timnas U-23.
-
PSSI gagal gaet Kapadze untuk target lolos Olimpiade 2028.
-
Kapadze memilih melatih klub Uzbekistan, FC Navbahor di Liga Super.
Suara.com - Pelatih berkebangsaan Uzbekistan, Timur Kapadze, dilaporkan menolak pinangan yang diajukan oleh Timnas Indonesia.
Informasi mengenai penolakan ini pertama kali diberitakan oleh media terkemuka dari Uzbekistan, Upl.Uz.
Sebelumnya, Kapadze gencar dirumorkan akan menjadi juru taktik baru untuk skuad Garuda menyusul kepergian Patrick Kluivert.
Kluivert sebelumnya meninggalkan posisinya setelah Timnas Indonesia dipastikan gagal melaju ke Piala Dunia 2026.
Nama Kapadze santer disebut-sebut sebagai salah satu dari lima kandidat utama pelatih yang tengah dipersiapkan oleh PSSI.
Laporan dari Upl.Uz mengungkap bahwa PSSI sejatinya tidak mengincar Kapadze untuk melatih tim senior.
Federasi sepak bola Indonesia tersebut menugaskan Kapadze untuk menangani Timnas U-23.
Target utama yang diemban adalah meloloskan skuad Garuda Muda ke ajang bergengsi Olimpiade 2028.
Media tersebut mengonfirmasi adanya ketertarikan PSSI yang sangat spesifik terhadap Kapadze.
Baca Juga: Bukan Eropa, Jeje Sebut Pelatih Korea atau Jepang Paling Cocok untuk Timnas Indonesia
"Media melaporkan bahwa otoritas sepak bola Indonesia ingin menunjuk Timur Kapadze ke tim Olimpiade nasional."
Namun, upaya PSSI untuk merekrut pelatih berusia 44 tahun ini tampaknya tidak membuahkan hasil.
Kabar penolakan Kapadze kemudian menyebabkan negosiasi yang sedang berjalan berakhir tanpa kesepakatan.
"Kemungkinan besar, pelatih Uzbekistan itu menolak bekerja sama dengan tim Olimpiade, dan negosiasi pun gagal," tulis Upl.Uz, pada hari Rabu, 3 Desember 2025.
Untuk bisa tampil di Olimpiade 2028, Tim Merah Putih dihadapkan pada persyaratan yang cukup berat.
Syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah finis di posisi tiga besar pada gelaran Piala Asia U-23 tahun 2028.
Melihat rekam jejaknya, PSSI menilai Kapadze merupakan sosok yang paling sesuai untuk merealisasikan target sulit tersebut.
Sayangnya, meski Kapadze dinilai ideal, tawaran tersebut tetap ditolak oleh sang pelatih.
Penolakan Kapadze kini membuat PSSI harus kembali memutar otak untuk mencari arsitek yang tepat.
Keputusan Kapadze untuk menolak Indonesia didampingi oleh langkah profesional berikutnya yang cepat.
Pelatih kelahiran 1981 tersebut dilaporkan langsung menyepakati kontrak dengan klub asal Uzbekistan, FC Navbahor.
FC Navbahor merupakan tim yang berkompetisi di Liga Super Uzbekistan, kasta tertinggi sepak bola di negara tersebut.
Kesepakatan ini mengakhiri spekulasi tentang masa depan Kapadze setelah ia disebut-sebut kembali dari Indonesia.
"Mantan pelatih timnas Uzbekistan Timur Kapadze akan memimpin klub Liga Super Navbahor."
Klub tersebut secara resmi mencapai kesepakatan dengan Kapadze segera setelah proses kepulangannya.
"Klub tersebut mencapai kesepakatan dengan sang pelatih setelah kepulangannya dari Indonesia," tutup laporan dari media Upl.Uz.
Dengan demikian, Kapadze resmi melanjutkan karirnya di kompetisi domestik Uzbekistan bersama FC Navbahor.
PSSI kini harus bergerak cepat mencari alternatif pelatih lain untuk mengamankan tiket menuju Olimpiade 2028 bagi Timnas U-23.
Tugas berat menanti pelatih selanjutnya untuk mempersiapkan Timnas U-23 agar mampu bersaing di level Asia.
Target ambisius PSSI agar Garuda Muda lolos ke Olimpiade merupakan prioritas yang harus dipertahankan.
Keputusan Kapadze ini menjadi kabar terbaru dalam dinamika perburuan pelatih Timnas Indonesia.
Navbahor berharap sentuhan Kapadze dapat membawa tim mereka meraih prestasi tertinggi di Liga Super.
Pencarian pelatih baru untuk Timnas U-23 Indonesia menjadi fokus utama PSSI di masa mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Beda Haluan dengan Sepak Bola, Futsal Indonesia Tegas Tolak Naturalisasi demi Produk Lokal.
-
Pemain yang Diincar PSG ini Tolak Tawaran Timnas, Indonesia, Padahal Diminta Ibunya
-
Fadly Alberto Siap Terima Sanksi Tegas dari Komite Disiplin PSSI
-
Cerita Legenda Barcelona di Jakarta: Blusukan ke Kota Tua, Terpesona Wayang dan Topeng
-
Persib Bandung Ditahan Dewa United, Ini Respon Santai Eliano Reijnders
-
Elkan Baggott dan 2 Pemain Abroad Lain yang Bisa Main di Liga Elite Eropa Musim Depan
-
Debut bersama Liverpool, Freddie Woodman Tidak Menyangka Langsung di Derbi Merseyside
-
Persib Kebobolan 4 Gol dalam 2 Laga, Ini Kata Bojan Hodak
-
Lamine Yamal Berhasil Samai Johan Cruyff
-
Superkomputer Prediksi Juara Liga Inggris Musim Ini, Arsenal atau Manchester City?