- Bojan Hodak berharap Bobotoh memadati GBLA saat Persib jamu Bangkok United di laga penentu ACL Rabu (10/12).
- Dukungan penuh Bobotoh penting sebagai dorongan mental sekaligus menciptakan tekanan signifikan bagi tim lawan.
- Persib butuh minimal satu poin di kandang untuk mengamankan posisi juara Grup G dan lolos 16 besar.
Suara.com - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyampaikan harapannya agar Bobotoh memenuhi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ketika timnya menjamu Bangkok United pada laga terakhir Grup G AFC Champions League (ACL) II, Rabu (10/12) pukul 19.15 WIB.
Dikutip dari laman resmi klub, Senin, Bojan menegaskan bahwa dukungan penuh dari tribun dapat menjadi dorongan penting bagi mental dan performa para pemain Persib Bandung. Ia mencontohkan atmosfer saat Persib Bandung mengalahkan Borneo FC pada laga pekan sebelumnya yang memberi efek signifikan bagi tim.
"Saya harap, pada pertandingan nanti stadion akan penuh seperti ketika kami menghadapi Borneo FC," kata Bojan.
Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, kehadiran Bobotoh bukan hanya menambah kekuatan untuk Persib Bandung, tetapi juga menciptakan tekanan besar bagi tim tamu. Hal ini diyakini dapat meningkatkan peluang Pangeran Biru untuk mengamankan hasil positif.
Bojan menjelaskan bahwa Persib Bandung saat ini berada dalam situasi penting karena membutuhkan setidaknya satu poin untuk memastikan tiket ke babak 16 besar sebagai juara grup.
"Siapa pun tim lawan yang bermain di sini (GBLA) dengan stadion terisi dengan penuh oleh Bobotoh akan menjadi pertandingan yang tidak mudah bagi mereka," kata Bojan.
Saat ini, Persib Bandung menempati puncak klasemen sementara Grup G dengan 10 poin dari lima pertandingan, memiliki jumlah poin yang sama dengan Bangkok United di posisi kedua.
Bangkok United sudah memastikan kelolosan, namun Persib Bandung masih wajib menghindari kekalahan karena berpotensi disalip jika Lion City Sailors mampu menang atas Selangor FC.
(Antara)
Baca Juga: Disebut Lelucon, Timnas Indonesia U-22 Dapat Ejekan Pedas dari Media Vietnam
Berita Terkait
-
Disebut Lelucon, Timnas Indonesia U-22 Dapat Ejekan Pedas dari Media Vietnam
-
Indra Sjafri Janjikan Permainan Lebih Menyerang saat Lawan Myanmar
-
Tak Peduli Pertandingan Lain, Indra Sjafri Fokus Siapkan Kemenangan Lawan Myanmar
-
Tak Sesuai dengan Latihan, Indra Sjafri Salahkan Pemain usai Kalah dari Filipina
-
Klasemen Grup C SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-22 di Peringkat Dua, Masih Bisa Lolos?
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?
-
Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%
-
Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran
-
Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti