- John Heitinga dipecat Ajax Amsterdam dan kini dirumorkan menjadi kandidat pelatih Timnas Indonesia setelah mengikuti akun PSSI.
- Guus Hiddink menilai kegagalan Heitinga di Ajax disebabkan kekacauan manajemen klub, bukan sepenuhnya kesalahan pelatih.
- Meskipun memiliki potensi, Heitinga sempat kesulitan berkomunikasi dengan media selama masa kepelatihannya di Ajax.
Suara.com - Keputusan Ajax Amsterdam memecat John Heitinga sebagai pelatih kepala terus menuai sorotan. Belakangan kemudian nama Heitinga dirumorkan masuk dalam calon pelatih Timnas Indonesia.
John Heitinga dirumorkan jadi pelatih Timnas Indonesia setelah kedapatan mem-follow akun PSSI.
Jika melihat rekam jejaknya, bisa jadi Timnas Indonesia menjadi lebih baik jika dilatih oleh John Heitinga.
john Heitinga dipuji menjadi salah satu pelatih muda terbaik di Belanda. Jam terbangnya pun terbilang cukup baik.
Jika pihak Ajax Amsterdam mengklaim pelatih keturunan Indonesia itu gagal, pendapat perbeda justru diutarkan oleh senior Shin Tae-yong di Timnas Korsel.
Menurut Guus Hiddink, kegagalan tersebut tidak sepenuhnya bisa dibebankan kepada sang pelatih. Ia menilai kekacauan di level manajemen klub justru menjadi penyebab utama merosotnya performa tim.
Pandangan itu disampaikan Hiddink dalam podcast Studio Sedee. Saat membahas pentingnya hubungan pelatih dengan media, Hiddink tiba-tiba menyinggung situasi Ajax dan pemecatan Heitinga.
“Jika Ajax memiliki direktur teknik yang kuat dan didukung semua lapisan klub, mereka sama sekali tidak perlu mengganti Heitinga,” ujar Hiddink.
“Biarkan saja dia tetap melatih sampai ada kejelasan dalam organisasi.”
Baca Juga: Pemain Timnas Indonesia Mulai Blak-blakan! Sebut STY Lebih Baik Ketimbang Kluivert
Ketika ditanya secara langsung apakah ia akan mempertahankan Heitinga jika berada di posisi pengambil keputusan Ajax, Hiddink menjawab tegas, “Ya.”
Meski begitu, Hiddink tidak menutup mata terhadap kekurangan Heitinga, terutama dalam hal komunikasi dengan media. Menurutnya, mantan bek timnas Belanda itu sempat kesulitan menghadapi tekanan publik.
“Baru di akhir-akhir dia menyadari bahwa kadang pelatih harus melangkah satu langkah ke depan untuk menghadapi media,” tambahnya.
Secara statistik, masa kepelatihan Heitinga di Ajax memang tidak berjalan mulus.
Ia hanya mampu mempersembahkan lima kemenangan sebelum akhirnya diberhentikan.
Posisinya kemudian diambil alih oleh asisten pelatih Fred Grim sebagai pelatih interim.
Berita Terkait
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Blak-blakan! Sebut STY Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
STY Kembali Sentil Blunder PSSI, Klaim Nasib Timnas Indonesia Bisa Berbeda Jika Masih Bersamanya
-
SEA Games 2025: Perjalanan Timnas Indonesia U-22 Terhenti
-
Bergantian Datang ke Jakarta, 3 Pelatih Kelas Dunia Tak Dilirik PSSI untuk Timnas Indonesia
-
Timnas Indonesia Gagal Total di SEA Games, Peran Zainuddin Amali Disorot
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Dedi Kusnandar Tinggalkan Bhayangkara FC, Balik ke Persib? Begini Kata Umuh Muchtar
-
Investasi Rp4 T Tak Berbuah Manis, Florentino Perez Bakal Rombak Skuat Real Madrid
-
Jangan Pecat Hector Souto Seperti Shin Tae-yong!
-
Perang Saudara di Playoff Liga Champions: PSG vs AS Monaco Berebut Tiket 16 Besar
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp140 Juta, Mauricio Pochettino Pasang Badan untuk FIFA
-
Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam Jadi Polemik, Nilai Kontrak Dianggap Merugikan
-
Dibidik John Herdman, Laurin Ulrich Pemain Keturunan Indonesia Bakal Digusur Gelandang Benfica
-
Bak Langit dan Bumi, Beda Nasib Calvin Verdonk dan Dean James di Liga Europa
-
Kenakan Keffiyeh, Pep Guardiola: Anak-Anak Palestina Terbunuh, Dunia Memilih Diam
-
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Inilah Deretan Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah Liga Indonesia