Bola / Liga Inggris
Selasa, 17 Maret 2026 | 12:37 WIB
Pep Guardiola sebut Manchester City butuh keajaiban dan permainan sempurna untuk bisa comeback melawan Real Madrid usai tertinggal agregat 0-3 di Liga Champions.[Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Manchester City wajib menang dengan selisih lebih dari tiga gol atas Real Madrid di Stadion Etihad demi lolos ke perempat final Liga Champions.
  • Pep Guardiola menuntut permainan sempurna di segala lini dan mengambil keputusan unik dengan meliburkan sesi latihan H-1 pertandingan.
  • Bernardo Silva membakar semangat tim dengan mengingatkan momen magis saat mereka sukses membalikkan keadaan dramatis melawan Aston Villa pada 2022.

Suara.com - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola menyadari betul bahwa timnya butuh sebuah keajaiban untuk bisa membalikkan keadaan saat melawan Real Madrid.

Laga penentuan babak 16 besar Liga Champions ini akan menjadi ujian maha berat bagi skuad The Citizens di Stadion Etihad pada Rabu (18/3/2026) dini hari WIB.

Mereka diwajibkan untuk mencetak minimal tiga gol balasan setelah hancur lebur 0-3 pada leg pertama di markas lawan pekan lalu.

Secara statistik, sejarah mencatat hanya ada tiga tim dalam dua dekade terakhir yang mampu bangkit dari ketertinggalan tiga gol pada leg pertama di kompetisi elite Eropa ini.

Menyikapi misi mustahil tersebut, sang juru taktik meyakini bahwa pasukannya harus tampil tanpa cela sedikit pun di atas lapangan.

"Ini harus menjadi pertandingan yang sempurna di banyak, banyak departemen," kata Pep Guardiola.

Sang pelatih asal Spanyol tersebut juga menyoroti berbagai faktor eksternal yang harus berpihak kepada timnya demi mewujudkan misi kebangkitan.

"Orang-orang kami, keputusan wasit -- untuk banyak, banyak hal, itu harus sangat bagus untuk mewujudkan hal-hal semacam ini," ucap Guardiola menambahkan.

Ia menginstruksikan para pemainnya untuk tampil lebih berani dalam mengambil risiko sejak menit awal pertandingan dibunyikan.

Baca Juga: Man City Ditahan West Ham, Guardiola Isyaratkan Menyerah Kejar Rebutan Gelar dengan Arsenal

"Kami harus mengambil lebih banyak risiko dalam hal mencoba, tetapi bahkan jika hasilnya tidak bagus di babak pertama, kami harus terus maju, melanjutkan, pergi, karena Anda tidak pernah tahu. Anda tidak pernah tahu," tegas Guardiola.

Bicara soal kebangkitan dramatis, publik Manchester sebenarnya pernah menjadi saksi sejarah pada pertandingan pamungkas Liga Inggris tahun 2022 silam.

Kala itu, Manchester City sukses membalikkan ketertinggalan 0-2 dari Aston Villa menjadi kemenangan 3-2 hanya dalam kurun waktu krusial di penghujung laga.

Gelandang andalan Bernardo Silva kembali mengingatkan rekan-rekannya tentang momen magis yang berujung pada gelar juara tersebut.

"Empat tahun lalu kami tertinggal 2-0 di kandang melawan Villa pada menit ke-70. Dalam 10 menit, kami mencetak tiga gol," kenang Bernardo Silva.

Pemain berpaspor Portugal ini juga merasa skor akhir pada pertemuan pertama melawan raksasa Spanyol kemarin tidak mencerminkan jalannya pertandingan yang sebenarnya.

Load More