-
Arsenal melaju ke semifinal Piala Liga Inggris usai menang adu penalti atas Crystal Palace.
-
Drama adu penalti berakhir 8-7 untuk Arsenal setelah laga berakhir imbang satu sama.
-
The Gunners dijadwalkan bertemu Chelsea pada babak semifinal kompetisi Piala Liga Inggris mendatang.
Ketajaman eksekutor Arsenal teruji dengan sempurna saat delapan pemainnya sukses menjalankan tugas dengan baik.
Nama-nama seperti Martin Odegaard, Declan Rice, dan Bukayo Saka tidak meleset dalam menendang bola.
Leandro Trossard, Mikel Merino, Riccardo Calafiori, Jurrien Timber, serta William Saliba juga tampil sangat tenang.
Di kubu lawan, tujuh pemain Crystal Palace sebenarnya sempat memberikan perlawanan yang sangat seimbang.
Mateta, Devenny, Hughes, Sosa, Lerma, Wharton, dan Uche berhasil menyarangkan bola ke dalam jala.
Nasib malang menimpa Maxence Lacroix yang tendangannya berhasil diantisipasi dengan gemilang oleh Kepa Arrizabalaga.
Penyelamatan krusial dari kiper asal Spanyol tersebut memastikan kemenangan Arsenal dengan skor akhir 8-7.
Kepa membuktikan kelasnya sebagai kiper yang memiliki insting kuat dalam menghadapi tekanan penalti lawan.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Palace yang sudah berjuang keras sepanjang waktu normal.
Baca Juga: Hasil Arsenal vs Crystal Palace: Meriam London Melaju ke Semifinal Carabao Cup Lewat Drama Penalti
Sementara bagi The Gunners, hasil ini menjaga ambisi mereka untuk merengkuh trofi domestik musim ini.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberikan apresiasi tinggi terhadap daya juang yang diperlihatkan anak asuhnya.
Ia mengakui bahwa pertandingan melawan tim asuhan Oliver Glasner tersebut berjalan sangat sulit dan ketat.
"Saya sangat senang mengingat banyaknya perubahan yang dilakukan, kekompakan, energi, dan kualitas yang ditunjukkan tim melawan tim yang sangat terorganisir dan jarang kebobolan. Kami menciptakan banyak peluang," kata Arteta dikutip dari Sky Sports.
Arteta menyoroti banyaknya peluang emas yang terbuang sia-sia sebelum lawan berhasil mencetak gol balasan.
Arsenal seharusnya bisa memenangkan laga dengan margin skor yang lebih meyakinkan jika lebih efektif.
Eksperimen strategi yang dilakukan Arteta dengan rotasi pemain terbukti tetap mampu menjaga ritme permainan.
"Seharusnya selisihnya jauh lebih besar setelah 94 menit. Tapi kenyataannya tidak, dan ketika itu terjadi, tim lawan memiliki kualitas untuk membantu kita dalam situasi bola mati, dan kita kebobolan gol," sambungnya.
Kualitas bola mati menjadi senjata utama Crystal Palace yang akhirnya merepotkan barisan pertahanan tuan rumah.
Kekuatan mental pemain Arsenal menjadi kunci utama sehingga mereka tetap fokus saat adu penalti.
Kini Arsenal bersiap menyambut tantangan yang lebih besar di fase berikutnya pada kompetisi bergengsi ini.
Keberhasilan menyingkirkan Palace membawa Arsenal harus bersiap menghadapi rival sekota mereka di semifinal.
Chelsea telah menunggu di babak selanjutnya untuk memperebutkan satu tiket menuju partai final.
Pertemuan antara Arsenal dan Chelsea diprediksi akan menjadi salah satu laga paling panas tahun depan.
Duel sesama tim London ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi performa skuad asuhan Arteta.
Para penggemar sepak bola tentu menantikan strategi apa yang akan disiapkan untuk menghadapi The Blues.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Mees Hilgers Mangkir dari Latihan FC Twente, Masa Depannya Makin Runyam
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Erick Thohir Ogah Timnas Indonesia Lawan Argentina Lagi, Isyaratkan Lawan Tim Lain
-
Neymar Akhirnya Debut di Piala Dunia 2026, Suporter Brasil Langsung Meledak di Stadion
-
FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Bikin Bintang Kanada Patah Kaki di Piala Dunia 2026
-
Dibantai Timnas Brasil 0-3, Legenda Skotlandia Sebut Timnya Memalukan
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
Pernah 'Ngerjain' Skuad Garuda, Qatar Kena Karma dan Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026
-
Neymar Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Kini Sejajar dengan Pele dan Cafu
-
Marselino Ferdinan Ditawari Kontrak Baru dari Oxford United