-
Kieran McKenna mempertimbangkan opsi peminjaman kembali untuk Elkan Baggott demi menambah menit bermain.
-
Elkan dinilai sebagai pemain profesional yang tetap bekerja keras meskipun jarang masuk skuad inti.
-
Ipswich Town menganggap Elkan Baggott sebagai aset berharga bagi masa depan jangka panjang klub.
Suara.com - Kieran McKenna, pelatih Ipswich Town berkomentar mengenai nasib pemain Timnas Indonesia, Elkan Baggott yang kesulitan menembus tim utama skuad besutannya. Meski tidak lagi muda, ia menyebut sang pemain sangat profesional.
Sampai dengan saat ini Elkan Baggott memang sulit mendapatkan tempat utama Ipswich Town. Kieran McKenna lebih memilih pemain lain untuk mengisi posisi bek tengah.
Alhasil, bek yang punya postur tubuh tinggi itu sering dipinjamkan ke tim lain demi merasakan menit tampil.
Nah, di musim ini hal serupa bakal terjadi. Kieran McKenna kini sedang mempertimbangkan Elkan Baggott kembali dipinjamkan.
Selama tiga musim terakhir, pemain ini pernah dipinjamkan ke beberapa klub, termasuk Gillingham, Cheltenham, Bristol Rovers, dan Blackpool
“Tentu saja itu menjadi poin diskusi. Sejujurnya, mereka berdua sangat tidak beruntung. Kami telah membawa 22 pemain sepanjang tahun, dan kami cukup nyaman dengan jumlah tersebut."
"Biasanya Anda akan memperkirakan beberapa pemain tidak tersedia, tetapi secara umum sebagian besar dari grup tersebut selalu tersedia."
"Jadi pemain seperti Cameron, Elkan Baggott, dan Harry Clarke harus benar-benar sabar dan berlatih dengan baik,” kata McKenna, dikutip dari TWTD.
McKenna menambahkan bahwa Elkan Baggott dan Humphreys merupakan pemain muda profesional yang luar biasa.
Baca Juga: Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Tembus Jajaran 5 Bek Tengah Termahal Asia
Mereka terus berkembang melalui latihan setiap hari dan dianggap sebagai aset berharga bagi tim. Namun, demi menit bermain dipinjamkan rasanya perlu dilakukan.
“Tentu saja, kedua pemain itu, mereka (Elkan Baggott dan Humphreys) tidak lagi muda, tetapi mereka adalah pemain muda profesional yang luar biasa setiap hari dalam latihan dan penerapan mereka, dan mereka terus berkembang dan merupakan aset besar bagi tim,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Neymar Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Kini Sejajar dengan Pele dan Cafu
-
Marselino Ferdinan Ditawari Kontrak Baru dari Oxford United
-
Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026
-
Ismael Saibari Jadi Pemain Afrika Pertama yang Selalu Cetak Gol di Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Lolos Meski Kalah dari Swiss, Kanada Berharap Alphonso Davies Pulih di Knockout Piala Dunia 2026
-
Nasib Skotlandia di Ujung Tanduk usai Dibungkam Brasil, Steve Clarke Pasrah
-
Tertangkap Aksi Tutup Mulut, Ini Alasan Jude Bellingham Tak Dikartu Merah
-
Timnas Brasil Pertahankan Rekor 44 Tahun di Piala Dunia Usai Kalahkan Skotlandia
-
Bola Tertua di Dunia Dipamerkan di Laga Skotlandia vs Brasil, Ini Alasan Sakralnya
-
Hasil Piala Dunia 2026: Vinicius Junior Menggila, Brasil Gilas Skotlandia