Bola / Bola Indonesia
Senin, 29 Desember 2025 | 17:42 WIB
PSIM Yogyakarta vs PSBS Biak (ig PSIM Yogyakarta)
Baca 10 detik
  • PSIM Yogyakarta bermain imbang 2-2 melawan PSBS Biak di Stadion Sultan Agung Bantul.

  • Gol penyama kedudukan PSIM dicetak oleh Ze Valente dan Ezequiel Vidal di babak kedua.

  • Raka Cahyana menerima kartu merah sehingga PSIM mengakhiri laga dengan sepuluh pemain saja.

Pada menit ke-40 gawang Cahya Supriadi kembali bergetar untuk kedua kalinya dalam pertandingan sore itu.

Kali ini giliran Ruyery Blanco yang menunjukkan ketajamannya dengan membobol gawang tim kebanggaan warga Yogyakarta.

Skor 0-2 sempat membuat pendukung tuan rumah terdiam melihat dominasi yang ditunjukkan oleh tim tamu.

Harapan bagi Laskar Mataram baru muncul saat laga memasuki masa tambahan waktu di babak pertama.

Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran keras di dalam area terlarang pertahanan PSBS Biak.

Ze Valente yang maju sebagai eksekutor penalti menjalankan tugasnya dengan sangat dingin dan penuh ketenangan.

Tendangan akuratnya pada menit 45+1 gagal dihalau oleh Aldo Monteiro yang mengawal gawang tim tamu.

Gol tersebut sekaligus menutup paruh pertama pertandingan dengan kedudukan tipis bagi keunggulan tim tamu sementara.

Memasuki babak kedua intensitas permainan semakin meningkat karena tuan rumah berambisi mengejar ketertinggalan skor.

Baca Juga: Prediksi Bali United vs Dewa United di BRI Super League, Senin 29 Desember 2025

Hasilnya langsung terlihat hanya tiga menit setelah wasit meniup peluit dimulainya babak kedua pertandingan tersebut.

Ezequiel Vidal sukses menggetarkan jaring gawang lawan pada menit ke-48 lewat aksi yang sangat memukau.

Gol penyama kedudukan tersebut membuyarkan harapan kemenangan yang sudah berada di depan mata tim tamu.

Skor berubah menjadi 2-2 dan membuat atmosfer pertandingan di Stadion Sultan Agung menjadi semakin memanas.

Kedua tim saling jual beli serangan demi mendapatkan gol kemenangan di sisa waktu yang tersedia.

Namun sebuah insiden merugikan dialami oleh kubu tuan rumah saat pertandingan memasuki menit-menit akhir krusial.

Wasit terpaksa mengeluarkan kartu merah dari saku untuk pemain PSIM bernama Raka Cahyana menit ke-87.

Pelanggaran tersebut membuat Laskar Mataram harus bertarung hanya dengan 10 pemain di atas lapangan hijau.

Kondisi kekurangan pemain memaksa tim pelatih melakukan penyesuaian strategi agar tidak kebobolan di sisa laga.

Meskipun kalah jumlah pemain para punggawa PSIM tetap menunjukkan semangat juang yang luar biasa tinggi.

Kedua tim tetap ngotot mengusahakan kemenangan hingga detik terakhir namun skor tidak mengalami perubahan kembali.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai skor imbang 2-2 tetap bertahan bagi kedua tim.

Hasil satu poin ini menjadi catatan penting bagi evaluasi tim menjelang pertandingan di pekan selanjutnya.

Suporter yang hadir tetap memberikan apresiasi atas kerja keras pemain yang berhasil bangkit dari ketertinggalan.

Kini fokus kedua tim beralih pada pemulihan fisik pemain serta persiapan taktik untuk laga pekan depan.

Pertandingan ini menjadi bukti kompetitifnya persaingan di kasta kompetisi Super League musim 2025/2026 saat ini.

Load More