-
PSIM Yogyakarta bermain imbang 2-2 melawan PSBS Biak di Stadion Sultan Agung Bantul.
-
Gol penyama kedudukan PSIM dicetak oleh Ze Valente dan Ezequiel Vidal di babak kedua.
-
Raka Cahyana menerima kartu merah sehingga PSIM mengakhiri laga dengan sepuluh pemain saja.
Pada menit ke-40 gawang Cahya Supriadi kembali bergetar untuk kedua kalinya dalam pertandingan sore itu.
Kali ini giliran Ruyery Blanco yang menunjukkan ketajamannya dengan membobol gawang tim kebanggaan warga Yogyakarta.
Skor 0-2 sempat membuat pendukung tuan rumah terdiam melihat dominasi yang ditunjukkan oleh tim tamu.
Harapan bagi Laskar Mataram baru muncul saat laga memasuki masa tambahan waktu di babak pertama.
Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran keras di dalam area terlarang pertahanan PSBS Biak.
Ze Valente yang maju sebagai eksekutor penalti menjalankan tugasnya dengan sangat dingin dan penuh ketenangan.
Tendangan akuratnya pada menit 45+1 gagal dihalau oleh Aldo Monteiro yang mengawal gawang tim tamu.
Gol tersebut sekaligus menutup paruh pertama pertandingan dengan kedudukan tipis bagi keunggulan tim tamu sementara.
Memasuki babak kedua intensitas permainan semakin meningkat karena tuan rumah berambisi mengejar ketertinggalan skor.
Baca Juga: Prediksi Bali United vs Dewa United di BRI Super League, Senin 29 Desember 2025
Hasilnya langsung terlihat hanya tiga menit setelah wasit meniup peluit dimulainya babak kedua pertandingan tersebut.
Ezequiel Vidal sukses menggetarkan jaring gawang lawan pada menit ke-48 lewat aksi yang sangat memukau.
Gol penyama kedudukan tersebut membuyarkan harapan kemenangan yang sudah berada di depan mata tim tamu.
Skor berubah menjadi 2-2 dan membuat atmosfer pertandingan di Stadion Sultan Agung menjadi semakin memanas.
Kedua tim saling jual beli serangan demi mendapatkan gol kemenangan di sisa waktu yang tersedia.
Namun sebuah insiden merugikan dialami oleh kubu tuan rumah saat pertandingan memasuki menit-menit akhir krusial.
Wasit terpaksa mengeluarkan kartu merah dari saku untuk pemain PSIM bernama Raka Cahyana menit ke-87.
Pelanggaran tersebut membuat Laskar Mataram harus bertarung hanya dengan 10 pemain di atas lapangan hijau.
Kondisi kekurangan pemain memaksa tim pelatih melakukan penyesuaian strategi agar tidak kebobolan di sisa laga.
Meskipun kalah jumlah pemain para punggawa PSIM tetap menunjukkan semangat juang yang luar biasa tinggi.
Kedua tim tetap ngotot mengusahakan kemenangan hingga detik terakhir namun skor tidak mengalami perubahan kembali.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai skor imbang 2-2 tetap bertahan bagi kedua tim.
Hasil satu poin ini menjadi catatan penting bagi evaluasi tim menjelang pertandingan di pekan selanjutnya.
Suporter yang hadir tetap memberikan apresiasi atas kerja keras pemain yang berhasil bangkit dari ketertinggalan.
Kini fokus kedua tim beralih pada pemulihan fisik pemain serta persiapan taktik untuk laga pekan depan.
Pertandingan ini menjadi bukti kompetitifnya persaingan di kasta kompetisi Super League musim 2025/2026 saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?