- John Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 3 Januari 2026 dengan target utama membawa Garuda menembus 100 besar ranking FIFA.
- Peluang mendulang poin terbuka lebar melalui FIFA Series Maret, Piala AFF, dan total sekitar 14 laga internasional yang tersedia sepanjang tahun 2026.
- Posisi Indonesia saat ini berada di peringkat 122 dunia dan membutuhkan konsistensi hasil positif di setiap jeda internasional untuk memperbaiki peringkat.
Suara.com - Timnas Indonesia resmi memulai babak baru di bawah asuhan John Herdman yang ditargetkan mampu mendongkrak posisi tim di ranking FIFA secara signifikan.
PSSI secara resmi mengumumkan pelatih asal Inggris tersebut sebagai nakhoda anyar Skuad Garuda pada Sabtu (3/1/2026).
Penunjukan Herdman diambil sebagai langkah strategis federasi setelah Timnas Indonesia dipastikan gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Fokus utama tim kini beralih pada pembangunan skuad jangka menengah dengan target realistis menembus peringkat 100 besar dunia.
Misi tersebut dinilai sangat mungkin dicapai mengingat padatnya kalender pertandingan internasional yang tersedia sepanjang tahun 2026.
Ujian perdana sekaligus ladang poin pertama bagi Herdman akan tersaji pada ajang FIFA Series bulan Maret 2026 mendatang.
Status Indonesia sebagai tuan rumah dalam turnamen tersebut menjadi momentum ideal untuk membangun kepercayaan diri dan mentalitas tim.
Kemenangan atas lawan dengan peringkat lebih tinggi di ajang FIFA Series akan memberikan tambahan poin yang cukup signifikan bagi Indonesia.
Peluang berikutnya untuk memperbaiki peringkat akan hadir pada jeda internasional Juni 2026 lewat dua pertandingan FIFA Matchday.
Baca Juga: PSSI Tunjuk John Herdman, Bayang-bayang Kegagalan Peter Withe Kembali Muncul
Agenda kemudian berlanjut ke turnamen regional Piala AFF 2026 yang dijadwalkan bergulir mulai bulan Juli hingga Agustus.
Meskipun hanya berskala Asia Tenggara, setiap kemenangan dalam ajang resmi ini tetap memberikan kontribusi pada kalkulasi poin FIFA.
Herdman juga memiliki kesempatan mematangkan strategi melalui empat laga FIFA Matchday yang tersebar pada bulan September dan Oktober.
Fase ini dinilai sangat ideal untuk menguji konsistensi permainan serta kedalaman skuad Garuda dalam menghadapi lawan beragam.
Rangkaian agenda tahunan akan ditutup dengan dua pertandingan terakhir pada jeda internasional bulan November 2026.
Laga penutup tahun tersebut berpotensi menjadi penentu lonjakan posisi Indonesia di tabel peringkat dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Salah Cs Nyaris Kalahkan Argentina, Presiden Mesir: Allah SWT Belum Menghendaki
-
Detik-detik Juara Bertahan Argentina Hampir Angkat Kaki dari Piala Dunia 2026
-
Jejak Kotor Wasit Francois Letexier: Bikin STY Naik Pitam Kini Bikin Ngamuk Pelatih Mesir
-
Dramatis! Tertinggal Dua Gol, Lionel Messi Hidupkan Asa Argentina
-
Mimpi Buruk Argentina: Messi Mandul, Mostafa Ziko Bawa Mesir Unggul 2-0
-
Gol Mostafa Ziko Dianulir VAR, Argentina Masih Tertinggal dari Mesir
-
Kiper Mesir Mostafa Shobeir Bikin Messi Ukir Rekor Kelam di Piala Dunia
-
Salah Kirim Assist, Lionel Messi Gagal Penalti! Mesir Selangkah Lagi Cetak Sejarah
-
Lionel Messi vs Mesir 2005: Titik Balik yang Mengubah Nasib Argentina
-
Protes Ala Romelu Lukaku: Tiru Joget Gemoy Trump hingga Tatap Tajam Infantino