Bola / Liga Inggris
Kamis, 08 Januari 2026 | 22:00 WIB
Situasi internal Tottenham Hotspur di awal Januari 2026 ini tengah memanas. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Tottenham Hotspur mengalami konflik internal pemain dan suporter setelah kalah 2-3 dari Bournemouth pada 8 Januari 2026.
  • Bek Micky van de Ven terlibat konfrontasi fisik dengan suporter di Vitality Stadium setelah pertandingan berakhir dramatis.
  • Kapten Cristian Romero mengkritik keras petinggi klub melalui unggahan Instagram karena dianggap tidak hadir saat situasi sulit.

Suara.com - Situasi internal Tottenham Hotspur di awal Januari 2026 ini tengah memanas.

Klub tetangga Arsenal dan Chelsea itu baru saja mengalami kekalahan dramatis 2-3 dari Bournemouth pada lanjutan Premier League, Kamis (8/1) dinihari WIB.

Kekalahan ini seperti dilaporkan sejumlah media Inggris memicu konflik terbuka antara pemain dan suporter.

Bek Micky van de Ven terlibat adu mulut dengan fans, sementara kapten tim Cristian Romero melontarkan pernyataan keras yang menyindir petinggi klub.

Tottenham harus menelan pil pahit setelah kebobolan gol penentu dari Antoine Semenyo pada menit ke-95 di Vitality Stadium.

Hasil ini memperpanjang periode buruk Spurs di musim dingin, di mana mereka hanya meraih satu kemenangan sepanjang jadwal padat akhir tahun.

Kekecewaan suporter memuncak seusai laga. Saat para pemain mendekati tribun tandang untuk memberi aplaus, suasana justru berubah panas.

Rekaman video menunjukkan Micky van de Ven mendatangi sekelompok suporter Tottenham dengan gestur konfrontatif.

Bek asal Belanda itu tampak menantang fans di barisan depan, bahkan memberi isyarat seolah mengundang konfrontasi fisik.

Baca Juga: Arsenal vs Liverpool: Arne Slot Dibayangi Ancaman Pemecatan

Situasi nyaris tak terkendali hingga sejumlah steward turun tangan, mengepung Van de Ven agar tidak terjadi bentrok langsung.

Masalah Tottenham tak berhenti di situ. Sebelum laga, Thomas Frank tertangkap kamera meminum dari gelas berlogo Arsenal, rival abadi Spurs. Aksi itu langsung memicu kemarahan suporter.

Frank membela diri seusai pertandingan. “Saya sama sekali tidak menyadarinya. Kalau tahu, tentu saya tidak akan melakukannya. Akan sangat bodoh jika saya sengaja,” ujarnya.

Sementara itu, kapten Tottenham Cristian Romero mengunggah pernyataan tajam di Instagram.

Dalam unggahan tersebut, bek asal Argentina itu meminta maaf kepada suporter, namun juga melontarkan kritik terselubung kepada jajaran petinggi klub.

“Di saat seperti ini, seharusnya ada pihak lain yang berbicara, tetapi mereka tidak pernah muncul. Mereka hanya datang saat keadaan baik untuk mengatakan beberapa kebohongan,” tulis Romero.

Load More