Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:33 WIB
Persib Bandung (suara.com)

Farhan menyadari bahwa antusiasme pendukung pada laga melawan Persija seringkali melampaui kapasitas fasilitas fisik yang tersedia saat ini.

“Tiket sudah habis sejak beberapa minggu lalu. Tapi Bobotoh tidak perlu khawatir karena kita siapkan alternatif nobar di setiap kecamatan,” ujarnya.

Larangan Konvoi dan Menjaga Ketertiban

Selain menyediakan tempat menonton, orang nomor satu di Bandung tersebut juga mengeluarkan larangan keras terkait pergerakan massa di jalanan.

Warga dilarang melakukan konvoi kendaraan bermotor terlepas dari apa pun hasil akhir yang didapatkan oleh tim Persib.

Hal ini ditujukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mencegah potensi gesekan antarkelompok suporter di ruang publik.

Ketertiban kota menjadi prioritas utama yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat selama akhir pekan berlangsung.

“Menang atau kalah jangan pawai. Kita tunjukkan bahwa Bobotoh bisa tetap tertib, baik dalam kondisi senang maupun sedih, tanpa menyusahkan orang lain,” katanya.

Menuju Kedewasaan Suporter Sepak Bola

Baca Juga: Pesan Orang Nomor 1 The Jakmania untuk Skuad Persija Jelang Laga Panas Kontra Persib Bandung

Kedewasaan dalam memberikan dukungan menjadi harapan besar yang disematkan kepada para Bobotoh pada pertandingan besar kali ini.

Dukungan yang positif diharapkan dapat menjadi modal bagi tim Persib untuk meraih hasil maksimal di lapangan hijau nanti.

Pemerintah menekankan bahwa kualitas seorang pendukung diukur dari kemampuannya menjaga nama baik kota dan keamanan bersama.

Setiap warga diminta bertanggung jawab atas tindakan masing-masing agar Bandung tetap menjadi tempat yang nyaman bagi siapa saja.

“Dukungan terbaik bukan hanya hadir di stadion, tetapi juga menjaga ketertiban. Yang paling penting Persib menang dan kita dukung dengan cara yang terbaik,” ucapnya.

Penanganan Keamanan dan Kenyamanan Kota

Load More