Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 09 Januari 2026 | 18:05 WIB
John Herdman (Suara.com)
Baca 10 detik
  • John Herdman resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia mulai Januari 2026 untuk memperbaiki performa skuad.

  • Pelatih asal Inggris ini membawa filosofi permainan cepat dan fokus pada penguatan mental pemain.

  • Herdman dijadwalkan tiba di Jakarta pada 11 Januari 2026 untuk memulai tugas barunya.

Suara.com - Harapan besar kini disematkan kepada John Herdman untuk mengangkat kembali derajat Timnas Indonesia di kancah internasional.

Pria yang kini menginjak usia 50 tahun tersebut memikul tanggung jawab besar memperbaiki performa Skuad Garuda.

Langkah berani diambil PSSI dengan menunjuk Herdman sebagai nakhoda baru setelah kegagalan menuju Piala Dunia 2026.

Keputusan ini menjadi bukti keseriusan federasi dalam merombak tatanan teknis tim nasional secara menyeluruh.

Kualitas kepelatihan John Herdman tidak perlu diragukan lagi jika melihat portofolio karier profesionalnya selama ini.

Ia merupakan sosok di balik keberhasilan Timnas Kanada saat bersaing secara kompetitif di Piala Dunia 2022.

Prestasi tersebut menjadi alasan utama mengapa publik sepak bola tanah air sangat antusias menyambut kehadirannya.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, Herdman direncanakan tiba di Jakarta pada tanggal 11 Januari 2026.

Momen pendaratannya di ibu kota akan menjadi tanda dimulainya babak baru bagi sejarah Timnas Indonesia.

Baca Juga: Persaingan Pilar Timnas Indonesia di Laga Persib Vs Persija, Siapa Bakal Dapat Atensi?

Sejak namanya diumumkan secara resmi, diskusi mengenai pola kepelatihan Herdman terus menjadi topik hangat di masyarakat.

Para penggemar sepak bola mulai membedah bagaimana visi bermain yang akan diusung oleh mantan pelatih Kanada ini.

Herdman dikenal luas sebagai mentor yang memiliki ketajaman dalam menganalisis kekuatan maupun kelemahan tim lawan.

Pendekatan yang ia gunakan sangat detail sehingga setiap instruksi taktik memiliki landasan data yang kuat.

Fleksibilitas menjadi kunci utama bagi Herdman dalam merancang skema permainan yang tepat untuk setiap laga.

Ia tidak pernah terpaku pada satu sistem baku saja karena selalu menyesuaikan diri dengan situasi lapangan.

Load More