- Persija Jakarta kalah 0-1 dari Persib Bandung di Bandung pada 11 Januari 2026 akibat gol cepat menit kelima.
- Meskipun bermain sepuluh orang sejak menit ke-54, Persija mampu menguasai bola 57 persen dan menciptakan beberapa peluang.
- Pelatih Persija menilai pertandingan tersebut minim kualitas teknis dan taktis, dipicu dua kesalahan individu timnya.
Suara.com - Persija Jakarta boleh pulang tanpa poin dari Bandung, tetapi tidak dengan rasa kalah mental. Bermain dengan 10 orang sejak menit ke-54, Macan Kemayoran justru memperlihatkan karakter dan keberanian yang menjadi sinyal kuat kebangkitan pada putaran kedua Super League 2025/2026
.
Dalam laga panas kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (11/1/2026), Persija tetap mampu mengontrol permainan.
Statistik mencatat penguasaan bola mencapai 57 persen, sebuah angka mencolok mengingat kondisi timpang jumlah pemain hampir sepanjang babak kedua.
Keberanian Persija bukan sekadar angka. Allano Lima dan kolega beberapa kali mengancam gawang Persib.
Tendangan Allano menghantam tiang, sepakan Emaxwell Souza dipatahkan kaki Teja Paku Alam, sementara sundulan Van Basty Souza sempat menciptakan kemelut berbahaya di jantung pertahanan lawan.
Sayangnya, satu momen di awal laga menjadi pembeda. Gol cepat Beckham Putra pada menit kelima membuat Persija harus mengejar sepanjang pertandingan hingga peluit panjang berbunyi dengan skor 0-1.
Pelatih Persija Mauricio Souza tak menutupi kekecewaannya. Ia menilai laga tersebut jauh dari kata ideal dan minim kualitas permainan, bahkan bagi penonton yang hadir langsung di stadion.
“Bagi saya, itu adalah pertandingan yang tidak bagus, baik secara teknis maupun taktis," kata Souza usai laga.
"Siapa pun yang menyukai sepak bola dan datang ke sini untuk menonton pertandingan hari ini hampir tidak melihat sepak bola sama sekali. Kedua tim hampir tidak mampu menciptakan peluang apa pun," jelasnya.
Meski kalah di papan skor, performa Persija justru meninggalkan pesan keras. Bermain dengan 10 orang, tetap dominan, dan berani menekan hingga akhir.
Baca Juga: Beckham Putra Selebrasi Ice Cold, Bojan Hodak: Untung Gak di Depan Jakmania
Putaran kedua kini bukan sekadar kelanjutan musim, melainkan momentum untuk membalas semua kekecewaan.
"Kami sudah tahu bahwa Bandung adalah tim yang bertahan dengan baik. Namun, mereka hanya mencoba bermain melalui serangan balik," tegasnya.
,"Mereka pun tidak menciptakan banyak peluang. Kami kalah karena dua kesalahan individu. Bagi saya, itulah analisis pertandingan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Beckham Putra Selebrasi Ice Cold, Bojan Hodak: Untung Gak di Depan Jakmania
-
Kronologis Jakmania dan Bobotoh Bentrok di Depok saat Persija Jakarta vs Persib Bandung
-
Persija Tumbang di GBLA, Bobotoh Nyanyikan Lagu Naik Naik Ke Puncak Gunung
-
Kronologis Ancaman Pembunuhan Keluarga Thom Haye
-
Mauricio Souza Kecewa Bruno Tubarao Kena Kartu Merah: Attitude Tidak Dewasa
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tak Peduli Keselamatan Pemain, FIFA Tolak Permintaan Iran Main di Meksiko
-
Ketajaman Eksel Runtukahu Bersama Persija Jakarta, Sinyal Positif Lini Serang Timnas Indonesia
-
Justin Hubner Sindir NAC Breda yang Picu Polemik Paspoortgate di Belanda
-
Kalahkan Bali United dengan 10 Pemain, Bojan Hodak Puji Kerja Keras Pasukannya
-
Blunder Jay Idzes Jadi Penentu, Pelatih Sassuolo Lempar Sindiran Tajam
-
Juara Piala AFF Futsal 2026 Usai Kalahkan Timnas Futsal Indonesia, Ini Kata Pelatih Thailand
-
Kalah dari Dewa United, Hendri Susilo: Pemain Tidak Patuh
-
Kecewa Kalah dari Persib Bandung, Johnny Jansen: Bali United Seharusnya Menang
-
Inter Milan Menang Dramatis 4-3 atas Como, Kian Dekat ke Scudetto
-
Marie-Louise Eta Ukir Sejarah, Jadi Pelatih Perempuan Pertama di Bundesliga