Bola / Bola Indonesia
Senin, 12 Januari 2026 | 11:28 WIB
Pelatih Mauricio Souza. (ileague.id)
Baca 10 detik
  • Persija Jakarta kalah 0-1 dari Persib Bandung di Bandung pada 11 Januari 2026 akibat gol cepat menit kelima.
  • Meskipun bermain sepuluh orang sejak menit ke-54, Persija mampu menguasai bola 57 persen dan menciptakan beberapa peluang.
  • Pelatih Persija menilai pertandingan tersebut minim kualitas teknis dan taktis, dipicu dua kesalahan individu timnya.

Suara.com - Persija Jakarta boleh pulang tanpa poin dari Bandung, tetapi tidak dengan rasa kalah mental. Bermain dengan 10 orang sejak menit ke-54, Macan Kemayoran justru memperlihatkan karakter dan keberanian yang menjadi sinyal kuat kebangkitan pada putaran kedua Super League 2025/2026
.
Dalam laga panas kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (11/1/2026), Persija tetap mampu mengontrol permainan.

Statistik mencatat penguasaan bola mencapai 57 persen, sebuah angka mencolok mengingat kondisi timpang jumlah pemain hampir sepanjang babak kedua.

Keberanian Persija bukan sekadar angka. Allano Lima dan kolega beberapa kali mengancam gawang Persib.

Tendangan Allano menghantam tiang, sepakan Emaxwell Souza dipatahkan kaki Teja Paku Alam, sementara sundulan Van Basty Souza sempat menciptakan kemelut berbahaya di jantung pertahanan lawan.

Sayangnya, satu momen di awal laga menjadi pembeda. Gol cepat Beckham Putra pada menit kelima membuat Persija harus mengejar sepanjang pertandingan hingga peluit panjang berbunyi dengan skor 0-1.

Pelatih Persija Mauricio Souza tak menutupi kekecewaannya. Ia menilai laga tersebut jauh dari kata ideal dan minim kualitas permainan, bahkan bagi penonton yang hadir langsung di stadion.

“Bagi saya, itu adalah pertandingan yang tidak bagus, baik secara teknis maupun taktis," kata Souza usai laga.

"Siapa pun yang menyukai sepak bola dan datang ke sini untuk menonton pertandingan hari ini hampir tidak melihat sepak bola sama sekali. Kedua tim hampir tidak mampu menciptakan peluang apa pun," jelasnya.

Meski kalah di papan skor, performa Persija justru meninggalkan pesan keras. Bermain dengan 10 orang, tetap dominan, dan berani menekan hingga akhir.

Baca Juga: Beckham Putra Selebrasi Ice Cold, Bojan Hodak: Untung Gak di Depan Jakmania

Putaran kedua kini bukan sekadar kelanjutan musim, melainkan momentum untuk membalas semua kekecewaan.

"Kami sudah tahu bahwa Bandung adalah tim yang bertahan dengan baik. Namun, mereka hanya mencoba bermain melalui serangan balik," tegasnya.

,"Mereka pun tidak menciptakan banyak peluang. Kami kalah karena dua kesalahan individu. Bagi saya, itulah analisis pertandingan,” pungkasnya.

Load More