Bola / Bola Indonesia
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:08 WIB
John Herdman (Suara.com)
Baca 10 detik
  • John Herdman memiliki reputasi sebagai pelatih fleksibel dengan kegemaran menggunakan skema tiga bek.

  • Strategi Herdman sangat menekankan pada aspek kebugaran fisik dan adaptasi taktik sesuai kualitas tim.

  • Rekam jejak sukses bersama Kanada menjadi modal kuat Herdman untuk melatih Timnas Indonesia nanti.

Suara.com - Pendekatan taktik apa yang kira-kira akan dibawa John Herdman saat menangani Timnas Indonesia? Rekam jejak kepelatihannya memberi gambaran menarik tentang arah strategi yang mungkin dipilih.

Herdman dikenal sebagai pelatih yang fleksibel. Ia tidak terpaku pada satu formasi tunggal, melainkan memiliki beberapa pola utama.

Setidaknya ada tiga formasi favorit yang kerap ia gunakan. Formasi tersebut adalah 4-4-2, 3-4-3, dan 4-3-3.

Saat pertama kali menangani Timnas Kanada, Herdman memilih pendekatan 4-3-3 dan 4-3-2-1. Strategi ini digunakan untuk membaca potensi dan karakter pemain.

Pendekatan awal itu bersifat eksploratif. Herdman ingin memahami kekuatan tim sebelum menentukan pola yang lebih mapan.

Setelah menjalani 19 pertandingan, Herdman mencoba sesuatu yang berbeda. Ia untuk pertama kalinya menerapkan formasi 3-4-3.

Formasi tiga bek itu digunakan saat Kanada menghadapi Suriname di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Hasilnya sangat meyakinkan.

Kanada menang telak 4-0 dalam laga tersebut. Sejak saat itu, Herdman semakin percaya diri dengan skema tiga bek.

Ia mulai rutin memakai 3-4-3 dengan variasi 3-5-2 dan bahkan 5-3-2. Pendekatan ini dianggap cocok dengan karakter pemain Kanada.

Baca Juga: Kegilaan Justin Hubner, Selamatkan Fortuna Sittard dari Kekalahan dan Cetak Gol!

Menjelang akhir masa kepelatihannya, Herdman kembali mengandalkan formasi klasik 4-4-2. Skema ini dikombinasikan dengan 3-5-2.

Kombinasi tersebut dinilai seimbang antara kekuatan bertahan dan efektivitas menyerang. Fleksibilitas menjadi ciri utama.

Pengalaman serupa terlihat saat Herdman menangani Toronto FC sejak Oktober 2023. Ia langsung mengusung 3-4-3 dan 3-5-2.

Menariknya, dua formasi itu terus dipertahankan hingga masa baktinya berakhir pada Oktober 2024. Konsistensi ini patut dicermati.

Hal tersebut memunculkan dugaan bahwa Herdman akan membawa pendekatan serupa ke Timnas Indonesia. Apalagi pemain Indonesia cukup familiar dengan skema tiga bek.

Di era Shin Tae Yong, Timnas Indonesia juga kerap memakai tiga bek sejajar. Baik dengan lima maupun empat gelandang.

Load More