- PSG secara mengejutkan tersingkir dari Coupe de France setelah kalah 0-1 dari rival sekota Paris FC pada Senin malam.
- Pelatih Luis Enrique menyatakan hasil tersebut tidak adil karena timnya mendominasi penuh sepanjang pertandingan namun gagal mencetak gol.
- Pemain Gonçalo Ramos mengungkapkan kekecewaannya terhadap gaya bermain Paris FC yang dianggap melakukan banyak pembuangan waktu.
Suara.com - PSG harus menelan pil pahit setelah tersingkir secara mengejutkan dari Coupe de France. Raksasa Ligue 1 itu kalah 0-1 dari rival sekota Paris FC dalam laga derby Paris yang berlangsung Senin malam waktu setempat.
Pelatih PSG, Luis Enrique, menilai hasil tersebut tidak mencerminkan jalannya pertandingan.
Meski tersingkir, juru taktik asal Spanyol itu menolak menyalahkan anak asuhnya dan menyebut kekalahan tersebut sebagai sesuatu yang tidak adil.
“Sangat mudah menjelaskan pertandingan ini. Kami tampil sangat lengkap, bermain sangat baik, melakukan semua hal dengan benar, dan mendominasi permainan. Saya tidak melihat ada masalah dalam performa kami,” ujar Luis Enrique seusai laga seperti dilansir dari Goal
“Namun, dalam sepak bola Anda harus mencetak gol dan kami tidak melakukannya. Saya puas dengan penampilan tim, baik secara kolektif maupun individu. Hasilnya tidak adil, tapi kami harus menerimanya.”
Kekalahan ini mengejutkan publik Prancis, mengingat perbedaan level dan kekuatan finansial antara PSG dan Paris FC yang berasal dari Ligue 2. Sepanjang laga, PSG menguasai penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang, namun rapatnya pertahanan Paris FC membuat para bintang Les Parisiens frustrasi hingga peluit akhir berbunyi.
Luis Enrique bahkan menyebut hasil laga tersebut sebagai sesuatu yang “aneh”, karena menurutnya tim yang tampil dominan seperti PSG biasanya akan menang di sembilan dari sepuluh pertandingan.
“Jika melihat hasilnya, mungkin orang menganggap ini sebagai peringatan. Tapi kenyataannya kami jauh lebih superior sepanjang pertandingan. Ini hasil yang aneh,” tegas mantan pelatih Barcelona itu.
Meski kecewa tersingkir dari kompetisi yang memiliki nilai historis tinggi bagi PSG, Luis Enrique memilih bersikap realistis.
Baca Juga: Gianluigi Donnarumma Ungkap Sosok Tinggi Besar yang Buatnya Tergoda Pindah dari PSG ke Man City
Ia mengakui Coupe de France adalah turnamen yang dicintai klub, namun menerima kenyataan pahit tersebut dengan kepala tegak.
“Ini bukan tujuan kami, karena Coupe de France adalah kompetisi yang kami cintai. Tapi kami harus menerimanya. Jika harus kalah, saya lebih memilih kalah dengan cara seperti ini,” tambahnya.
Sementara itu, penyerang PSG Gonçalo Ramos menunjukkan reaksi yang jauh lebih emosional.
Pemain asal Portugal itu meluapkan kekecewaannya terhadap gaya bermain Paris FC dan kepemimpinan wasit yang dinilainya membiarkan praktik “anti-sepak bola” terjadi sepanjang laga.
“Mereka bermain seperti itu dari awal sampai akhir. Banyak buang-buang waktu dan wasit tidak melakukan apa pun. Sepak bola seharusnya dimainkan, dan tidak menyenangkan melihat hal seperti ini,” kata Ramos kepada beIN Sports.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Tottenham Terdepan dalam Perburuan Conor Gallagher
-
2 Pemain Urus Naturalisasi, Bakal Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia?
-
Cerita Anak John Herdman yang Ternyata Pernah Bikin Gol dan Kalahkan Timnas Indonesia
-
Dipecat Real Madrid, Xabi Alonso Buka Suara: Pergi dengan Kepala Tegak
-
Timnas Indonesia Berpotensi Segrup dengan Malaysia dan Vietnam di Piala AFF 2026
-
Jadwal Laga Timnas Futsal Indonesia Vs Korsel di Piala Asia 2026, Kapan?
-
Satu Hal ini Bakal Langsung Dilakukan John Herdman saat Tangani Timnas Indonesia
-
3 Hal Menarik dari Perkenalan John Herdman di Timnas Indonesia
-
Bayern Munich Makin Menggila, Kompany Diingatkan Jangan Ulangi Kesalahan Pep Guardiola
-
Efek Skandal Naturalisasi Malaysia, Rodrigo Holgano Pertimbangkan Pensiun