Bola / Liga Spanyol
Selasa, 13 Januari 2026 | 22:30 WIB
Pelatih PSG, Luis Enrique, menilai kekalahan dari Paris FC tidak mencerminkan jalannya pertandingan. (ANTARA/X/PSG_Inside)
Baca 10 detik
  • PSG secara mengejutkan tersingkir dari Coupe de France setelah kalah 0-1 dari rival sekota Paris FC pada Senin malam.
  • Pelatih Luis Enrique menyatakan hasil tersebut tidak adil karena timnya mendominasi penuh sepanjang pertandingan namun gagal mencetak gol.
  • Pemain Gonçalo Ramos mengungkapkan kekecewaannya terhadap gaya bermain Paris FC yang dianggap melakukan banyak pembuangan waktu.

Suara.com - PSG harus menelan pil pahit setelah tersingkir secara mengejutkan dari Coupe de France. Raksasa Ligue 1 itu kalah 0-1 dari rival sekota Paris FC dalam laga derby Paris yang berlangsung Senin malam waktu setempat.

Pelatih PSG, Luis Enrique, menilai hasil tersebut tidak mencerminkan jalannya pertandingan.

Meski tersingkir, juru taktik asal Spanyol itu menolak menyalahkan anak asuhnya dan menyebut kekalahan tersebut sebagai sesuatu yang tidak adil.

“Sangat mudah menjelaskan pertandingan ini. Kami tampil sangat lengkap, bermain sangat baik, melakukan semua hal dengan benar, dan mendominasi permainan. Saya tidak melihat ada masalah dalam performa kami,” ujar Luis Enrique seusai laga seperti dilansir dari Goal

“Namun, dalam sepak bola Anda harus mencetak gol dan kami tidak melakukannya. Saya puas dengan penampilan tim, baik secara kolektif maupun individu. Hasilnya tidak adil, tapi kami harus menerimanya.”

Kekalahan ini mengejutkan publik Prancis, mengingat perbedaan level dan kekuatan finansial antara PSG dan Paris FC yang berasal dari Ligue 2. Sepanjang laga, PSG menguasai penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang, namun rapatnya pertahanan Paris FC membuat para bintang Les Parisiens frustrasi hingga peluit akhir berbunyi.

Luis Enrique bahkan menyebut hasil laga tersebut sebagai sesuatu yang “aneh”, karena menurutnya tim yang tampil dominan seperti PSG biasanya akan menang di sembilan dari sepuluh pertandingan.

“Jika melihat hasilnya, mungkin orang menganggap ini sebagai peringatan. Tapi kenyataannya kami jauh lebih superior sepanjang pertandingan. Ini hasil yang aneh,” tegas mantan pelatih Barcelona itu.

Meski kecewa tersingkir dari kompetisi yang memiliki nilai historis tinggi bagi PSG, Luis Enrique memilih bersikap realistis.

Baca Juga: Gianluigi Donnarumma Ungkap Sosok Tinggi Besar yang Buatnya Tergoda Pindah dari PSG ke Man City

Ia mengakui Coupe de France adalah turnamen yang dicintai klub, namun menerima kenyataan pahit tersebut dengan kepala tegak.

“Ini bukan tujuan kami, karena Coupe de France adalah kompetisi yang kami cintai. Tapi kami harus menerimanya. Jika harus kalah, saya lebih memilih kalah dengan cara seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, penyerang PSG Gonçalo Ramos menunjukkan reaksi yang jauh lebih emosional.

Pemain asal Portugal itu meluapkan kekecewaannya terhadap gaya bermain Paris FC dan kepemimpinan wasit yang dinilainya membiarkan praktik “anti-sepak bola” terjadi sepanjang laga.

“Mereka bermain seperti itu dari awal sampai akhir. Banyak buang-buang waktu dan wasit tidak melakukan apa pun. Sepak bola seharusnya dimainkan, dan tidak menyenangkan melihat hal seperti ini,” kata Ramos kepada beIN Sports.

Kontributor: Azka Putra

Load More