- Mahkamah Agung Swiss menguatkan pembebasan Nasser Al-Khelaïfi terkait dugaan korupsi hak siar Piala Dunia 2026 dan 2030.
- Kasus ini berpusat pada dugaan hubungan tak wajar antara Al-Khelaïfi dan Valcke terkait rumah mewah Sardinia.
- Ini merupakan pembebasan ketiga kalinya bagi Al-Khelaïfi dalam kasus hukum sepak bola internasional yang berlangsung delapan tahun.
Suara.com - Upaya jaksa Swiss untuk menjerat Presiden Paris Saint-Germain (PSG) sekaligus Chairman beIN Sports, Nasser Al-Khelaïfi, kembali menemui jalan buntu.
Mahkamah Agung Swiss resmi menguatkan putusan bebas Al-Khelaïfi dalam kasus dugaan korupsi terkait hak siar Piala Dunia 2026 dan 2030.
Putusan ini menandai pembebasan ketiga kalinya bagi Al-Khelaïfi dalam perkara yang telah bergulir lebih dari delapan tahun dan disebut sebagai salah satu kasus hukum terpanjang dalam dunia sepak bola internasional.
Jaksa menuding adanya hubungan tidak sah antara Al-Khelaïfi dan mantan Sekretaris Jenderal FIFA, Jérôme Valcke, terkait penggunaan gratis sebuah rumah mewah di Sardinia, Italia.
Properti tersebut dibeli oleh perusahaan asal Qatar pada 2013 dan diduga berkaitan dengan kesepakatan hak siar Piala Dunia senilai US$480 juta yang diperoleh beIN Media Group dari FIFA.
Namun, pengadilan pidana, banding, hingga Mahkamah Agung Swiss secara konsisten menyatakan tidak ditemukan unsur pelanggaran hukum dalam kasus tersebut.
Tak hanya Al-Khelaïfi, Valcke juga kembali dibebaskan dari tuduhan mismanajemen kriminal yang merugikan FIFA, meski jaksa sebelumnya menuntut hukuman penjara selama 35 bulan.
Tim kuasa hukum Al-Khelaïfi menyambut putusan ini dengan tegas. Dalam pernyataannya, mereka menyebut proses hukum tersebut sebagai bentuk “perburuan trofi” oleh Kejaksaan Swiss.
“Sejak awal, ini adalah penuntutan yang bertujuan mencari nama besar. Hari ini, pengejaran itu resmi berakhir,” ujar tim hukum Al-Khelaïfi.
Baca Juga: Kenapa FIFA Hentikan Penghargaan The Best? Gianni Infantino Beri Alasan
Mereka menegaskan putusan ini menjadi pembelaan total atas kliennya, sekaligus mengakhiri tuduhan yang dinilai telah mencoreng reputasi Al-Khelaïfi tanpa dasar kuat selama bertahun-tahun.
Pernyataan serupa juga disampaikan tim hukum Jérôme Valcke, yang menekankan bahwa kliennya tidak pernah merugikan FIFA dan justru terlibat dalam kesepakatan hak siar dengan nilai yang sangat menguntungkan federasi.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Kata-kata Nathan Tjoe-A-On yang Sukses Bantu Willem II Promosi ke Eredivisie
-
Paul Munster Tegaskan Tetap Tangani Bhayangkara FC Musim Depan
-
AS Roma Resmi Perpanjang Kontrak Mario Hermoso dan Permanenkan Donyell Malen
-
Skuad AS Piala Dunia 2026: Mauricio Pochettino Andalkan Christian Pulisic Lagi
-
Daftar Pemain Maroko di Piala Dunia 2026, Achraf Hakimi dan Brahim Diaz Jadi Tumpuan
-
Daftar Pemain Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, Andalkan Christian Pulisic di Lini Depan
-
2 Titik Lemah PSG yang Bisa Dimanfaatkan Arsenal di Final Liga Champions
-
Julian Alvarez Ingin Argentina Pertahankan Gelar Juara Piala Dunia
-
Takefusa Kubo Jadi Tumpuan Utama Timnas Jepang Usai Badai Cedera Samurai Blue
-
Kiprah Igor Tolic Saat Jadi Caretaker Persib di 3 Laga Sebelum Naik Jadi Pelatih Kepala