Bola / Liga Italia
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:12 WIB
Inter Milan saat mengalahkan Como. (Dok. Inter)
Baca 10 detik
  • UEFA mencatat total pendapatan kompetisi antarklub Eropa musim 2024/2025 melebihi 5 miliar euro, naik signifikan dari musim sebelumnya.
  • Inter Milan memimpin klub Italia dengan pendapatan UEFA terbesar, mencapai 136,6 juta euro, hanya kalah dari PSG.
  • Distribusi pendapatan kompetisi UEFA menunjukkan Liga Champions memberikan pemasukan jauh lebih besar bagi klub peserta.

Suara.com - UEFA resmi merilis laporan keuangan kompetisi antarklub Eropa musim 2024/2025, yang mencatat total pendapatan lebih dari 5 miliar euro, dengan sekitar 4 miliar euro didistribusikan kepada klub dan federasi nasional.

Angka ini melonjak hampir 14 persen dibanding musim 2022/2023, menjadikannya salah satu musim paling menguntungkan dalam sejarah sepak bola Eropa.

Kenaikan pendapatan tersebut berdampak langsung pada besarnya hadiah yang diterima klub-klub peserta Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League, termasuk tim-tim asal Italia.

Di antara klub Italia, Inter Milan menjadi yang paling diuntungkan.

Finalis Liga Champions musim lalu itu mencatat pemasukan 136,6 juta euro, menjadikannya klub Italia dengan pendapatan UEFA terbesar sekaligus peringkat kedua tertinggi secara keseluruhan, hanya kalah dari Paris Saint-Germain yang meraih hampir 144,5 juta euro.

Danilo saat berseragam Juventus. (Dok. Juventus)

Posisi ketiga ditempati Arsenal dengan 117 juta euro. Sementara itu, daftar 10 besar pendapatan Liga Champions juga dihuni raksasa Eropa lain seperti Barcelona, Bayern Munchen, Borussia Dortmund, Real Madrid, Liverpool, Bayer Leverkusen, dan Atletico Madrid.

Pendapatan klub Italia lainnya di Liga Champions juga tergolong signifikan. Atalanta menempati peringkat ke-15 dengan 67,8 juta euro, disusul Juventus di posisi ke-16 dengan 66,4 juta euro, serta AC Milan di urutan ke-19 dengan 61,3 juta euro.

Sementara itu, Bologna yang hanya tampil di fase liga tetap menikmati pemasukan besar. Klub tersebut meraih 35,2 juta euro, sebuah angka yang menegaskan betapa menggiurkannya keikutsertaan di Liga Champions, meski tanpa melaju jauh.

Berbeda dengan Liga Champions, hadiah finansial di dua kompetisi UEFA lainnya masih terpaut jauh.

Baca Juga: Juventus Incar Pemain Crystal Palace, Duit Rp686 Miliar Dianggap Masih Kurang

Di Liga Europa, Lazio menjadi wakil Italia dengan pendapatan tertinggi, menempati peringkat ketiga keseluruhan dengan 24,1 juta euro. AS Roma menyusul di posisi kesembilan dengan 20,5 juta euro.

Sementara itu, di Conference League, Fiorentina kembali menunjukkan konsistensi dengan finis di peringkat ketiga pendapatan, meraup hampir 14 juta euro dari UEFA.

Kontributor: Adam Ali

Load More