- Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengkritik keras standar kepemimpinan wasit jelang Derby Manchester.
- Guardiola menilai Erling Haaland tidak mendapat perlindungan layak dari pengadil saat duel fisik di Premier League.
- Kritik ini muncul akibat keputusan wasit yang dinilai merugikan Haaland dalam laga melawan Brighton dan Newcastle.
Suara.com - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, kembali melontarkan kritik keras terhadap standar kepemimpinan wasit jelang Derby Manchester melawan Manchester United sore ini.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan Erling Haaland tidak mendapatkan perlindungan yang layak dari para pengadil lapangan, terutama dalam duel-duel fisik di Premier League.
Haaland akan menghadapi Manchester United di Old Trafford dengan catatan impresif, yakni delapan gol dalam enam pertemuan liga melawan Setan Merah.
Namun, penyerang berusia 25 tahun itu tengah mengalami periode sulit dalam urusan mencetak gol jika dibandingkan dengan standar tingginya sendiri.
Guardiola menyoroti keras keputusan-keputusan wasit yang menurutnya merugikan Haaland, khususnya dalam beberapa laga terakhir menghadapi Brighton dan Newcastle United.
Dalam pertandingan tersebut, Haaland terlibat duel fisik intens dengan Jan Paul van Hecke dan Sven Botman, namun City dinilai jarang mendapatkan pelanggaran.
“Erling adalah satu-satunya penyerang di dunia yang membuat lebih banyak pelanggaran kepada bek dibandingkan bek yang melanggarnya,” kata Guardiola dilansir dari Dailymail.
“Saya tidak pernah melihat hal seperti ini. Di awal musim, wasit bilang akan sebaliknya, tapi yang terjadi justru sebaliknya.”
Guardiola juga menyinggung kontroversi keputusan menganulir gol Antoine Semenyo di laga Newcastle akibat posisi offside Haaland, yang kembali memanaskan diskusi soal konsistensi kepemimpinan wasit.
Baca Juga: Legenda AC Milan Sebut Guardiola Pelatih Terbaik Dunia, Mourinho Pelatih Terburuk
Pelatih City itu menegaskan dirinya tidak melakukan kontak dengan kepala badan wasit Inggris, Howard Webb, namun mempertanyakan standar perlindungan terhadap pemain, terutama di dalam kotak penalti.
“Coba lihat apa yang terjadi di kotak penalti, bukan hanya dengan Man City,” ujarnya.
“Saya tidak tahu bagaimana penjaga gawang bisa bertahan dengan semua dorongan yang terjadi. Saya juga tidak mengerti mengapa setiap kali Erling menyentuh lawan, itu selalu dianggap pelanggaran dari Erling.”
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Legenda AC Milan Sebut Guardiola Pelatih Terbaik Dunia, Mourinho Pelatih Terburuk
-
Wayne Rooney Jagokan Thomas Tuchel Jadi Pelatih MU Dibanding Xabi Alonso
-
10 Momen Paling Ikonik di Derby Manchester: 6-1 di Old Trafford hingga Salto Rooney
-
Kutukan Derby Pelatih Baru Manchester United: Mampukah Carrick Selamat di Old Trafford?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot
-
BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek
-
Ketika Sensasi Berburu Hadiah Instan Jadi Daya Tarik Baru Konsumen
-
Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual
-
BBRI Jadi Pilihan JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Atraktif