- Alessandro Costacurta menyebut Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola sebagai pelatih terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
- Costacurta mengkritik gaya kepelatihan Jose Mourinho meskipun mengakui statusnya sebagai peraih treble.
- Legenda Milan ini menyatakan Rafael Leao cenderung bermain individual dan tidak selalu mementingkan tim.
Suara.com - Legenda AC Milan dan Italia, Alessandro Costacurta, melontarkan pandangan tajam soal pelatih dan pemain top Eropa.
Dalam wawancara terbarunya dengan Corriere dello Sport, Costacurta menyebut Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola sebagai pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola, sekaligus mengkritik gaya kepelatihan Jose Mourinho.
Menurut Costacurta, Ancelotti berada di puncak daftar pelatih terbaik, disusul oleh Guardiola.
Ia juga menempatkan Johan Cruyff dan Arrigo Sacchi sebagai figur revolusioner yang mengubah wajah sepak bola dunia.
“Carlo Ancelotti, lalu Pep Guardiola, adalah yang terbaik,” ujar Costacurta.
“Cruyff tepat di belakang mereka karena mengubah sepak bola. Sacchi menciptakan gempa besar, ia menginspirasi kebangkitan sepak bola, bukan hanya di Italia. Arrigo adalah figur kunci, seperti Leonardo da Vinci.”
Di sisi lain, Costacurta tidak menutupi pandangannya yang kritis terhadap José Mourinho, yang saat ini melatih Benfica.
Meski mengakui prestasi besar Mourinho sebagai pelatih peraih treble, Costacurta menegaskan dirinya tidak pernah menikmati sepak bola yang ditampilkan tim-tim asuhan pelatih asal Portugal tersebut.
“Mourinho tidak pernah benar-benar menarik bagi saya. Saya tidak pernah suka menonton timnya,” katanya.
Baca Juga: Tatap Old Trafford di Derby Manchester, Pep Guardiola Bawa Skuat Lebih Segar dan Bertenaga
“Dia pelatih top, pemenang treble, tapi menurut saya dia tidak pernah meningkatkan kualitas tim yang ia latih.”
Costacurta juga memberikan penilaian jujur terhadap Rafael Leao, winger andalan AC Milan.
Ia mengaku sejak awal bukan penggemar Leao, bahkan ketika sang pemain masih berusia 19 tahun dan disebut-sebut sebagai calon peraih Ballon d’Or.
“Saya tidak pernah menjadi pengagum Leao,” ucapnya.
“Saya bermain dengan banyak pemenang Ballon d’Or. Mereka selalu menempatkan bakatnya untuk tim. Leao itu enigmatik. Saya tidak tahu apakah yang dia lakukan benar-benar untuk tim atau sekadar untuk dirinya sendiri. Dia seorang showman.”
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Tatap Old Trafford di Derby Manchester, Pep Guardiola Bawa Skuat Lebih Segar dan Bertenaga
-
Menerka Taktik Carrick Hadapi Pep Guardiola: Kunci Erling Haaland, Mainkan Maguire
-
Allegri Akui Sampai Harus Dua Kali Ganti Formasi Saat AC Milan Kalahkan Como 3-1
-
Adrien Rabiot dan Maignan Puji Mentalitas AC Milan Usai Comeback Kalahkan Como 3-1
-
Kesalnya Cesc Fabregas Como Dikalahkan AC Milan, Percuma Main Bagus Kalau Kebobolan 3 Gol
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Misi Tiga Poin di Markas City: Mikel Arteta Tolak Strategi 'Parkir Bus'!
-
Nenek Lahir di Jakarta, Eks Anak Asuh Giovanni van Bronckhorst Siap Bela Timnas Indonesia
-
Pertandingan Tanpa Penonton, Bojan Hodak Sebut Jadi Keuntungan Bagi Dewa United
-
Link Live Streaming Arema FC vs Persis Solo: Duel Sesama Tim Bermodal Positif
-
Mantab! Beckham Putra Resmi Jadi Sarjana di Tengah Kesibukannya Sebagai Pemain Persib
-
Persebaya Dipecundangi Madura United, Bernardo Tavares Semprot Wasit dan VAR
-
Statistik Jay Idzes Bikin Kagum, Bawa Sassuolo Hajar Como 1907
-
Menuju Rekor Baru di Persib Bandung, Bojan Hodak Selangkah Lagi Lampaui Indra Thohir
-
Patrick Kluivert Tak Main di Clash of Legends 2026, Takut Tekanan Suporter GBK?
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!