- AS menghentikan pemrosesan visa imigran dari 75 negara mulai 21 Januari 2026, tidak terkait langsung Piala Dunia.
- Pembatasan visa ini hanya menyasar visa imigran, tidak berlaku untuk visa turis atau pelajar bagi suporter.
- Suporter Piala Dunia 2026 dari negara terdampak tetap bisa berkunjung karena visa kunjungan tidak termasuk kebijakan pembatasan tersebut.
Suara.com - Amerika Serikat akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026, namun menjelang turnamen bergengsi tersebut, muncul kekhawatiran di kalangan penggemar sepak bola dunia terkait kebijakan imigrasi terbaru Negeri Paman Sam.
Pemerintah AS mengumumkan penghentian sementara dan tanpa batas waktu pemrosesan visa imigran bagi warga dari 75 negara, yang mulai berlaku pada 21 Januari 2026.
Kebijakan ini memicu pertanyaan besar, apakah para suporter dari berbagai negara akan terdampak dan terancam gagal menyaksikan langsung Piala Dunia 2026?
Kebijakan Imigrasi AS dan Dampaknya ke Piala Dunia 2026
Pemerintah Amerika Serikat, melalui administrasi Presiden Donald Trump, menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak berkaitan langsung dengan Piala Dunia 2026.
Tujuan utama penghentian pemrosesan visa imigran adalah untuk membatasi masuknya pendatang yang dinilai berpotensi bergantung pada bantuan sosial atau membebani sumber daya negara.
Yang perlu digarisbawahi, kebijakan ini hanya berlaku untuk visa imigran, yaitu visa yang memungkinkan seseorang tinggal dan bekerja secara permanen di Amerika Serikat.
Kabar Baik untuk Para Fans Sepak Bola
Dilansir dari Escenariomundial, bagi para pencinta sepak bola dunia, ada kabar yang cukup melegakan.
Baca Juga: Jelang Piala Dunia 2026, Internal FIFA Terbelah, Penghargaan kepada Trump Bikin Malu Petinggi
Visa turis dan visa pelajar tidak termasuk dalam kebijakan pembatasan tersebut.
Artinya, suporter internasional yang berencana datang ke Amerika Serikat untuk menyaksikan langsung Piala Dunia 2026 tetap dapat mengajukan visa kunjungan seperti biasa.
Dengan demikian, para fans dari berbagai negara dipastikan tidak akan terhalang untuk hadir di stadion-stadion Piala Dunia selama periode turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Negara Peserta yang Terdampak Kebijakan
Meski kebijakan tersebut menyasar warga dari 75 negara, beberapa di antaranya merupakan negara yang telah lolos ke Piala Dunia 2026, seperti Brasil, Kolombia, Uruguay, Aljazair, Mesir, Maroko, dan Tunisia.
Namun, pembatasan ini tidak berdampak pada kedatangan para suporternya selama menggunakan visa turis.
Fenomena ini kembali menegaskan bahwa sepak bola dan politik kerap bersinggungan, terutama menjelang ajang global seperti Piala Dunia.
Sebelumnya, Qatar 2022 juga diwarnai kontroversi terkait isu hak asasi manusia. Kini, kebijakan imigrasi AS menjadi sorotan baru menjelang Piala Dunia 2026.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Jelang Piala Dunia 2026, Internal FIFA Terbelah, Penghargaan kepada Trump Bikin Malu Petinggi
-
Jerman Pertimbangkan Boikot Piala Dunia 2026 Imbas Ancaman Donald Trump soal Greenland
-
Ancaman Tarif Trump Picu Jerman Ambil Langkah Ekstrem, Ini 9 Negara yang Pernah Boikot Piala Dunia
-
Piala Dunia 2026 di Ujung Tanduk? FIFA Terus Diam, Trump Makin Menggila
-
Piala AFF 2026 Bakal Punya Sensasi Piala Dunia di Sektor Ini
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu
-
Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya