Bola / Bola Dunia
Senin, 19 Januari 2026 | 09:59 WIB
Logo Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)
Baca 10 detik
  • Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko terancam oleh situasi geopolitik global yang dipicu kebijakan Donald Trump.
  • Skenario ekstrem seperti boikot atau perang terbuka dapat memicu pembatalan turnamen meskipun saat ini dianggap nyaris mustahil.
  • FIFA dinilai terlalu akomodatif terhadap risiko politik meskipun sejarah menunjukkan olahraga tidak terlepas dari isu-isu global.

Suara.com - Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sejatinya diproyeksikan menjadi pesta sepak bola terbesar dalam sejarah.

Namun di balik gemerlap persiapan, muncul kekhawatiran serius yang membuat FIFA tak bisa sepenuhnya tenang.

Situasi geopolitik global, khususnya kebijakan luar negeri dan dalam negeri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, berpotensi menjadi ancaman laten bagi kelancaran turnamen.

Meski pembatalan Piala Dunia masih terdengar nyaris mustahil, sejumlah skenario ekstrem mulai diperbincangkan di kalangan pengamat sepak bola internasional.

Salah satunya adalah kemungkinan boikot negara peserta, terutama jika eskalasi konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat benar-benar terjadi.

Dilansir dari Dailymail, Presiden FIFA Gianni Infantino sejauh ini menunjukkan sikap akomodatif terhadap Trump, bahkan sempat menganugerahinya penghargaan simbolis.

Namun banyak pihak menilai FIFA terlalu menutup mata terhadap risiko yang berkembang.

Secara realistis, pembatalan Piala Dunia hanya akan terjadi jika situasi ekstrem tercapai, perang terbuka di wilayah AS, sanksi internasional yang melarang partisipasi, atau kebijakan visa yang membuat tim nasional tak bisa memasuki Amerika Serikat.

Dalam kondisi tersebut, barulah divisi Audit, Risiko, dan Penasihat FIFA akan mengangkat bendera merah, sebagaimana pernah terjadi sebelum Kolombia mundur sebagai tuan rumah Piala Dunia 1986.

Baca Juga: Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Berapa Ranking FIFA Yunani?

Untuk saat ini, wacana boikot masih terbatas di ruang diskusi daring dan media.

Namun sejarah Olimpiade Moskow 1980 dan Los Angeles 1984 menunjukkan bahwa olahraga tak pernah benar-benar terpisah dari politik global.

Dengan kurang dari lima bulan menuju kick-off Piala Dunia 2026, satu hal menjadi jelas, FIFA tak lagi bisa menganggap situasi ini remeh.

Piala Dunia mungkin belum terancam secara langsung, tetapi bayang-bayang geopolitik semakin nyata, dan apa pun bisa terjadi dalam waktu singkat.

Kontributor: Adam Ali

Load More