- Gareth Bale menyatakan pemecatan Xabi Alonso wajar karena standar hasil instan Real Madrid sangat tinggi.
- Bale menilai kesuksesan taktik saja tidak cukup; mengelola ego pemain bintang Madrid adalah kunci penting.
- Mantan pemain lain sepakat bahwa tekanan di klub besar seperti Madrid mengharuskan pencapaian instan, bukan proses.
Suara.com - Pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid masih menjadi perbincangan hangat.
Kali ini, mantan bintang Los Blancos, Gareth Bale, ikut angkat bicara dan memberikan pandangannya soal kerja singkat Alonso di Santiago Bernabeu.
Berbicara dalam siaran CBS saat laga Tottenham Hotspur kontra Borussia Dortmund, Bale mengaku tak terkejut dengan keputusan manajemen Madrid.
Menurutnya, standar klub raksasa Spanyol itu memang tak memberi banyak ruang bagi pelatih yang gagal menghadirkan hasil instan.
“Saya sangat paham bagaimana Real Madrid bekerja. Jika hasil tidak datang—dan tidak perlu menunggu lama—maka Anda akan tersingkir,” ujar Bale.
Meski demikian, Bale menegaskan bahwa kualitas Xabi Alonso sebagai pelatih tidak perlu diragukan.
Ia menyoroti kesuksesan Alonso bersama Bayer Leverkusen, di mana sang pelatih asal Basque mampu mempersembahkan trofi dan membangun tim dengan identitas permainan yang kuat.
Namun, situasinya sangat berbeda ketika menangani Real Madrid.
“Xabi adalah pelatih yang luar biasa. Tapi di Real Madrid, Anda tidak hanya perlu menjadi pelatih. Yang terpenting adalah mengelola ego di ruang ganti,” tegas Bale.
Baca Juga: Sindiran Halus Arne Slot Soal Kabar Xabi Alonso Segera Jadi Manajer Baru Liverpool
Menurut Bale, skuad Madrid dipenuhi pemain bintang yang bisa menentukan pertandingan dalam sekejap, sehingga pendekatan taktik bukan satu-satunya kunci sukses.
“Anda tidak perlu terlalu banyak pekerjaan taktik. Yang Anda butuhkan adalah menenangkan ego-ego besar di dalam tim,” lanjutnya.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh sejumlah mantan pemain top lainnya. Thierry Henry, misalnya, menilai tekanan di klub sebesar Real Madrid dan Barcelona sangat brutal.
“Di klub seperti ini, Anda dihakimi bukan dari apa yang sudah Anda lakukan, tapi dari apa yang gagal Anda capai. Fans akan langsung menunjukkan ketidakpuasan mereka,” kata Henry.
Sementara itu, Jamie Carragher mengaku sudah memprediksi masa depan Xabi Alonso sejak pertengahan musim.
Ia menilai sang pelatih datang dengan ide yang jelas, namun tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari ruang ganti.
Berita Terkait
-
Sindiran Halus Arne Slot Soal Kabar Xabi Alonso Segera Jadi Manajer Baru Liverpool
-
Preview: Vinicius Junior Mengamuk di Bernabeu Buktikan Kualitas Saat Real Madrid Cukur AS Monaco
-
Selebrasi Minum Bir, Sindiran Jude Bellingham untuk Tukang Julid
-
Real Madrid Ngamuk, AS Monaco Dibantai 6-1 di Liga Champions
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini, Sajikan Duel Seru Inter Milan vs Arsenal
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Cerita Legenda Liverpool Jatuh Miskin, Investasi Kopi Berujung Utang Rp30 Miliar
-
Persija Belum Tentu Mainkan Dua Pemain Asing Baru? Ini Kata Mauricio Souza
-
Kecintaan Calon Bek AC Milan Juwensley Onstein kepada Sang Kakek yang Kelahiran Medan
-
Ribuan Fans Manchester United Siap Turun ke Jalan, Tuntut Sir Jim Ratcliffe Angkat Kaki
-
Marcel Desailly Peringatkan Chelsea, Cole Palmer Bisa Hengkang Jika Ambisi Tak Sejalan
-
Eks Bomber Chelsea Diego Costa Sindir Antonio Conte, Puji Setinggi Langit Jose Mourinho
-
Statistik Calon Bek AC Milan Juwensley Onstein Pemain Keturunan Indonesia
-
Prancis Tolak Wacana Boikot Piala Dunia 2026, Sepak Bola Pemersatu Bukan Arena Konflik Politik
-
Mandul di Premier League, Anthony Gordon Pecahkan Rekor 23 Tahun Alan Shearer di Liga Champions
-
Gagal Dapatkan Manuel Ugarte, Ajax Alihkan Bidikan ke Gelandang Arsenal Christian Norgaard